Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemilik BALI KUTA RESIDENCE demo tolak lelang aset

DENPASAR: Sejumlah pemilik unit Bali Kuta Residence menggelar aksi demonstrasi meminta kepada kurator dan PT Bank BNI 46 Persero Tbk untuk tidak melelang aset 104 unit kamar yang dikuasai PT Dwimas Andalan Bali.Dwimas Andalan Bali telah dinyatakan pailit
Matroji
Matroji - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  15:28 WIB

DENPASAR: Sejumlah pemilik unit Bali Kuta Residence menggelar aksi demonstrasi meminta kepada kurator dan PT Bank BNI 46 Persero Tbk untuk tidak melelang aset 104 unit kamar yang dikuasai PT Dwimas Andalan Bali.Dwimas Andalan Bali telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya dengan No.20/Pailit/2011/PN Niaga Surabaya. Namun keputusan ini belum final karena Handoko sebagai pengelola dan pemilik Dwimas mengajukan kasasi ke MA.Demonstran menganggap, sebanyak 104 unit kamar itu tidak termasuk dalam hak tanggungan pinjaman Dwimas Andalan Bali. "Karena 104 kamar itu sudah ada pemiliknya," kata salah satu pemilik unit August Vino, Senin, 21 Mei 2012.Vino mengatakan BNI tidak menyerahkan sertifikat hak milik setelah pelunasan 50 unit kamar. "Saya sudah melunasinya sejak dulu tapi hingga kini belum terbit sertifikatnya. Padahal, saya sudah serahkan Rp450 juta hingga Rp1 miliar per kamar kepada Handoko," katanya.Berdasarkan catatan BNI, Dwimas Andalan Bali menjadikan agunan satu bidang tanah dengan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) kepada BNI Denpasar untuk kredit modal kerja.Seiring berjalannya waktu, di sebidang tanah itu didirikan 275 bangunan unit kamar. Sebanyak 104 sudah terjual.Manajer Hukum BNI kantor wilayah Denpasar Achmad Susetyo mengatakan sebanyak 82 unit dari 275 unit yang sudah terbayar oleh Dwimas Andalan telah diserahkan dengan sertifikat hak milik. Sementara 193 sisanya masih dalam hak tanggungan BNI.Dia menegaskan masalah kepailitan itu timbul saat terbukti Handoko selaku pemilik dan pengelola Dwimas tidak kunjung membayar utang kepada BNI. Pada utang yang tidak terbayar itu, 89 sertifikat unit BKR menjadi hak tanggungan.Adapun 111 unit kamar sisa dari 193 yang menjadi hak tanggungan akan dibayar Handoko dengan skema yang telah ditentukan. (ra)

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top