Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garap potensi pesisir, Jatim bentuk Dewan Kelautan

SURABAYA: Pemprov Jawa Timur telah membentuk Dewan Kelautan beranggotakan 25 orang dari berbagai profesi dan mewakili sejumlah pemangku kebijakan guna mengoptimalisasi potensi kelautan dan maritime diprovinsi itu sehingga bisa menunjang upaya peningkatan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Mei 2012  |  14:32 WIB

SURABAYA: Pemprov Jawa Timur telah membentuk Dewan Kelautan beranggotakan 25 orang dari berbagai profesi dan mewakili sejumlah pemangku kebijakan guna mengoptimalisasi potensi kelautan dan maritime diprovinsi itu sehingga bisa menunjang upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

 

Pembentukan Dewan Kelautan Jatim ini merupakan institusi penerus dari Dewan Maritim yang sebelumnya juga telah terbentuk. Keberadaan Dewan Kelautan Jatim ini diformalkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jatim No. 185/255/013/2012 yang ditandatangani oleh Soekarwo (Gubernur Jatim) pada 1 Mei 2012.

 

Ketua Forum Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang juga menjadi salah satu dari 25 orang anggota Dewan Kelautan Jatim mengungkapkan keberadaan institusi ini (Dewan Kelautan) diharapkan bisa bermanfaat dalam pemberdayaan pada sektor kelautan di Jatim.

 

“Potensi kelautan dan maritim baik perikanan maupun sektor lainnya di Jatim diharapkan bisa dimaksimalkan dengan keberadaan DK [Dewan Kelautan] agar sinergi untuk pemberdayaan perekonomian. Khususnya dalam mendukung target pencapaian pertumbuhan ekonomi Jatim yang akhir 2012 diharapkan bisa mencapai 7,5%,” kata Oki kepada Bisnis, Minggu, 20 Mei 2012.

 

Oki menjelaskan DK Jatim ini dipimpin oleh Asisten Perekonomian Pemprov Jatim.  ”DK Jatim kali ini, dipimpin Pak Prast [Hadi Prasetyo/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Jatim] dengan 24 orang lainnya yang mewakili sejumlah stake holder  yang terkait sektor kelautan, seperti akademisi, asosiasi profesi, wartawan, profesional, BUMD maupun BUMN,”

ujarnya.

 

Secara khusus Oki menyebutkan proses pengelolaan negara maupun pemerintahan memang dirasakan masih belum menempatkan sektor kelautan dan perikanan menjadi fokus utama.

 

”Sektor ini [kelautan dan perikanan] masih kalah dengan sektor pertanian dari pemerintah, padahal Indonesia merupakan the biggest archipelago state in the world. Untuk itu, seharusnya Indonesia mesti merekonstruksi visi dan misi dalam mengelola pemerintahan terkait kebesaran potensi sektor kelautan,” ungkapnya.

 

Ocean leadirships

Oki menyebutkan posisi Jatim maupun Indonesia sangat mirip, karena sama-sama memiliki potensi kelautan yang sangat besar dan belum tergarap maksimal.

 

”Jatim memiliki 38 daerah, namun hanya 22 daerah [kabupaten/kota] yang memiliki wilayah laut, sedangkan konteks nasional relatif mirip dengan 17.504 pulau. Potensi Jatim dan Indonesia itu sangat membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki visi ocean leaderships guna membuat perubahan paradigma sehingga menjadi lebih sejahtera,” terang Oki.

 

Kompetensi pemimpin yang memiliki jiwa dan kemampuan ocean leadership saat ini sangat jarang, sehingga sektor kelautan maupun maritim tidak terlalu diperhatikan keberadaannya.

 

”Ke depan, visi ocean leadership mestinya harus lebih banyak dikembangkan dan dimasifikasi agar semakin banyak masyarakat khususnya pemimpin yang menjadikan sektor kelautan sebagai fokus perhatiannya.” (k21/Bsi)

 

 

BERITA INVESTASI PILIHAN REDAKSI:

TOPIK AKTUAL:

ENGLISH NEWS:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yuristiarso Hidayat

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top