Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bagaimana wajah FACEBOOK setelah IPO? Bakal banyak iklan deh

JAKARTA: Kamis sore lalu waktu AS, Facebook resmi menawarkan sahamnya ke publik melalui IPO atau Penawaran Saham Perdana atau go public.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Mei 2012  |  15:34 WIB

JAKARTA: Kamis sore lalu waktu AS, Facebook resmi menawarkan sahamnya ke publik melalui IPO atau Penawaran Saham Perdana atau go public.

 

Harga saham yang ditawarkan adalah US$38, sementara nilai kapitalisasi saham yang dibidik US$104 miliar.

 

Keesokan harinya, Jumat waktu AS, saham Facebook diperdagangkan untuk pertama kalinya di bursa Nasdaq yang khusus memperjualbelikan saham-saham teknologi.

 

Sang pendiri jejaring sosial Mark Zuckerberg, karyawan Facebook dan investor lantas kebanjiran uang. Milyarde-milyarder baru tercipta.

 

Namun apa artinya Facebook pasca-go public bagi penggunanya? Apakah kepublikan Facebook mempengaruhi penggunanya?

 

Dalam laman koran US News and World Report, konsultan keuangan AS, Dough Roller, mengemukakan empat dampak Facebook pasca-go public terhadap pengguna.

 

1. Banyak iklan

Selama ini Facebook dintungkan oleh iklan. Setelah menjadi perusahaan publik, manajemen Facebook akan ditekan pers dan investor untuk terus memburu untung. Saat bersamaan valuasi IPO-nya yang hebat, menuntut pertumbuhan fenomenal pendapatan dan laba bersih Facebook.

 

Facebook memang jago dalam hal diversifikasi pendapatan, tapi yang pasti Facebook akan memperkuat pendapatan iklan.

 

Google menjadi contoh sukses untuk ini.

 

Siapa pun yang menggunakan mesin pencari ini mesti tahu bahwa Google menempelkan iklan berbayar di atas hasil pencarian sekaligus hak cipta atas hasil pencarian.

 

Yang tidak Anda sadari, jumlah pengiklan di Google melonjak dari tahun ke tahun begitu Google dipaksa terus bertumbuh.

 

Tahun lalu Google bahkan menempelkan iklan yang mempromosikan kontennya sendiri pada transaksi online kartu kredit dan ebanking.

 

Belum ada yang tahu seberapa besar pertumbuhan iklan akan berdampak pada pengguna Facebook, tapi komersialisasi pada laman Facebook akan kian banyak.

 

2. Iklan mobile

 

Seiring pertumbuhan pasar ponsel pintar dan tablet, semakin banyak pengguna Internet yang memilih mobile.

 

Ini bermasalah bagi Facebook karena Facebook tak bisa menarik keuntungan dari mobile. Facebook diperkirakan akan memperkenalkan iklan pada platform mobile-nya.

 

Facebook akan sedaya upaya menarik keuntungan dari platform mobile-nya.  Jika itu baik, akan menambah kemanfaatan bagi pengguna, tapi jika gagal tumpahan iklan hanya akan mengganggu pengguna.

 

3. Privasi melonggar

 

Telah banyak ditulis soal IPO Facebook dan privasi penggunanya. Tapi orang tak tahu persisnya. Bagaimana atau mengapa menjadi milik publik akan mempengaruhi privasi pengguna?

 

Jawabnya sederhana: pendapatan iklan!

 

Google untung dari apa yang orang cari dari mesin pencari itu. Jika orang mencari sepatu joging "Nike Zoom Ja Fly", Google bisa menempeli iklan pada pencarian itu.

 

Google mesin pencari, tetapi Facebook kan bukan. Google untung karena mengetahui kapan tepatnya orang mencari sesuatu. Mungkin ini yang membuat Google berpendapatan tujuh kali lebih besar ketimbang Facebook.

 

Google untung sekitar US$9,52 per bulan dari setiap pengguna, sementara Facebook hanya untung US$1,32 per bulan per user. 

 

Ini jelas masalah besar bagi Facebook dan salah satu solusinya adalah memperkuat platform iklan.

 

Untuk mewujudkan itu Facebook mesti memperbanyak data pengguna. Jika ini dilakukan benar, maka hasilnya akan positif bagi pengguna, tapi jika tidak akan menjadi bencana.

 

4. Serbuan 'konten kelolaan Facebook' (Facebook-generated content)

 

Berbeda dari umumnya 'konten kelolaan pengguna' (USG), konten kelolaan Facebook memiliki potensi luar biasa jika dikelola dengan benar.

 

Saat ini pun Facebook dimakmurkan oleh data yang sebagian besar belum dimanfaatkan.

 

Facebook mungkin akan memasuki pasar yang sedang didominasi Groupon, Craigslist dan Yelp, dengan cara yang tak bisa dilakukan perusahan lain. Dan Facebook cuma perlu memanfaatkan informasi dari sekitar 900 juta laman penggunanya.

 

Jika ini dilakukan dengan cara yang membuat hidup penggunanya lebih baik tanpa privasinya tergerus, maka potensinya benar-benar tak berbatas. Tapi jika tidak, hanya akan membuat orang kian meragukan kebijakan privasi Facebook.  (Antara/ea)

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top