Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HEWLETT-PACKARD akan rumahkan 25.000 karyawan

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  18:00 WIB

 

SAN FRANCISCO: Hewlett-Packard (HP) tengah mempertimbangkan pemangkasan 25.000 karyawan, atau 8% dari total pekerja, untuk mengurangi biaya. Pemangkasan pun bertujuan membantu perusahaan bersaing lantaran surutnya permintaan komputer dan layanan.
 
Jumlah yang akan dipangkas meliputi 10.000-15.000 pekerja dari kelompok layanan perusahaan yang menjual berbagai layanan teknologi informasi. Kelompok ini telah dilanda penurunan profit. Namun, rencana ini belum final dan mungkin saja berubah.
 
CEO Hewlett-Packard Meg Whitman berusaha membalikkan kemerosotan pertumbuhan. Penjualan personal computer (PC) perusahaan merosot karena konsumer cenderung memilih tablet seperti iPad dari Apple Inc. Lagipula, perusahaan lambat beradaptasi terhadap pergeseran ke arah komputasi awan.
 
"Hewlett-Packard sepertinya sulit mengumumkan pengurangan tenaga kerja. Pengurangan tenaga kerja ini memungkinkan investasi di area strategis dan pertumbuhan yang lebih tinggi," tulis Brian Marshall, analis ISI Group, dalam catatan penelitian awal bulan ini, seperti dikutip Bloomberg.
 
Marshall memperkirakan pemangkasan 18.000 pekerja dapat menghemat sekitar US$1,2 miliar dan menambah pendapatan 50 sen per saham. Michael Thacker, juru bicara Hewlett-Packard yang barbasis di Palo Alto, California, menolak berkomentar.
 
Menurut sumber, pemotongan tenaga kerja mungkin datang melalui paket awal pensiun. Perusahaan mungkin menawarkan pensiun dini ke beberapa ribu orang. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg / Gloria Natalia

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top