Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BLACK BOX SUKHOI: Ini rute perjalanan panjang kotak hitam setelah ditemukan

BOGOR: Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi mengatakan untuk menginvestigasi dan meneliti isi dari pesan yang terekam di flight recorder atau kotak hitam membutuhkan waktu minimalnya 12 bulan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Mei 2012  |  01:55 WIB

BOGOR: Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi mengatakan untuk menginvestigasi dan meneliti isi dari pesan yang terekam di flight recorder atau kotak hitam membutuhkan waktu minimalnya 12 bulan.

 

"Kami membutuhkan waktu minimalnya sekitar 12 bulan untuk bisa mengungkap isi rekaman dari kotak hitam agar bisa mengungkap apa yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat komersial Sukhoi Superjet-100 di kawasan Gunung Salak, Bogor pada Rabu lalu," kata Tatang kepada wartawan, Rabu 16 Mei 2012.

 

Menurut dia, pihaknya sudah mulai melakukan penelitian terhadap bagian kotak hitam yang ditemukan yakni Cockpit Voice Recorder atau rekaman suara kokpit di laboratorium milik KNKT di Jakarta.

 

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu bagian lain dari kotak hitam yakni Flight Data Recorder atau rekaman data terbang yang saat ini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

 

"Penelitian ini sudah kami lakukan, dengan ditemukannya CVR sudah bisa mengungkap bagaimana kondisi pesawat dan penumpang dari sebelum terjadinya kecelakaan sampai penyebab pesawat tersebut bisa terjatuh," tambahnya.

 

Namun, dikatakan Tatang lebih baik lagi FDR juga ditemukan dan kemudian dilakukan penelitian sehingga hasilnya bisa lebih jelas untuk mengungkap peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia di Gunung Salak.

 

"Bisa saja penelitian dan investigasi ini memakan waktu lebih dari 12 bulan, dari hasil pemeriksaan sementara yang rusak pada CVR ini hanya rumahnya saja tetapi dalamnya masih dalam keadaanya bagus sementara pihak Rusia hanya menunggu hasil penelitian kami terhadap flight recorder ini," demikian Tatang. (Antara/ea)

 

 

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top