Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SARANA PERTANIAN-40% Infrastruktur irigasi sawah di Sulsel rusak

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Mei 2012  |  15:29 WIB

 

MAKASSAR : Sebanyak 40% irigasi pertanian yang tersebar di Sulawesi Selatan mengalami kerusakan, padahal infrastruktur tersebut mesti mengairi sekitar 36.000 ha sawah yang ada di daerah ini. 
 
Ketua Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang mengatakan sekitar 40% infrastruktur irigasi di daerah ini mengalami kerusakan dan kebocoran dalam pengairan sawah, sementara 50% lainnya masuk dalam kategori rusak ringan. "Irigasi yang infrastrukturnya dalam kondisi baik, sekarang hanya ada sekitar 10% yang hanya bisa di manfaatkan secara maksimal oleh petani di Sulsel," ujarnya kepada Bisnis hari ini. 
 
Menurutnya, pemeliharaan infrastuktur dirasakan sangat mendesak dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Sulsel, apalagi sebagian besar produksi beras berasal dari sawah irigasi.
 
Berdasarkan data KTNA Sulsel, kerusakan infrastruktur irigasi tersebut disebabkan berbagai faktor. Diantaranya, karena faktor usia bangunan infrastruktur, bencana alam, serta kurangnya pemeliharaan lantaran tidak memadainya anggaran yang ada. Kerusakan infrastruktur irigasi yang mencapai 40% cukup mempengaruhi pertumbuhan produktivitas beras Sulsel. 
 
Menurut data Dinas Pertanian Sulsel pada tahun 2011, produksi padi di provinsi ini mencapai 4,8 juta ton atau hanya meningkat sekitar 10% dari produksi tahun sebelumnya yang mencapai sebanyak 4,3 juta ton. "Meski begitu, dengan memaksimalkan irigasi yang ada sekarang kami bersama Dinas Pertanian Sulsel optimistis produksi padi tahun ini bisa mencapai 5,2 juta ton dengan surplus 2,1 juta ton," tegas Rahman. 
 
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam kurun waktu 9 tahun terakhir infrastruktur irigasi daerah ini tidak lagi mendapatkan anggaran pemeliharaan sehingga tidak bisa berfungsi maksimal. 
 
"Irigasi Sulsel sudah sembilan tahun tidak dipelihara karena tidak mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat dalam hal ini dari Dirjen PSDA. Padahal, irigasi menjadi sumber air utama bagi pertanian," papar Syahrul. 
 
Menurutnya, selama ini untuk tetap menjaga produktifitas padi Sulsel, infrastruktur irigasi yang ada tetap dimaksimalkan serta memfasilitasi petani dengan penyediaan bibit unggul serta mengupayakan distribusi pupuk tepat waktu ke petani. Selain itu, 
 
Pemprov Sulsel juga pembangunan embung, dimana setiap desa memiliki minimal memiliki embung untuk mendukung irigasi yang tidak berfungsi maksimal. "Sehingga sepanjang irigasi dan pengelolaan air tidak terlalu bersoal, maka pangan juga tidak akan bermasalah," kata Syahrul.
 
Adapun terkait dengan penambahan infrastruktur irigasi skala besar, Pemprov Sulsel mendesak Ditjen Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kementerian Pekerjaan Umum agar memprioritaskan pembangunan bendungan Kelara, di Kabupaten Jeneponto. Pasalnya, infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di daerah yang tergolong kering itu. (sut)
 
 
 
 

BACA JUGA:

11:56 - Dolar AS Keok Di Pasar Asia

10:58 - HARGA EMAS Naik 1,93 Sen Dolar/Gram

06:53 - EDITORIAL BISNIS: Kasus Korupsi Jangan Tertutup Karena Musibah Sukhoi

02:25 - GAGALNYA LADY GAGA: Sold Out Dulu Baru Izin…?

01:55 - BLACK BOX SUKHOI: Ini Rute Perjalanan Panjang Kotak Hitam Setelah Ditemukan

01:46 - FINAL LIGA CHAMPIONS: Ujian Terberat DI MATTEO

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Amri Nur Rahmat

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top