Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembang KONDOMINIUM di daerah harus jeli

JAKARTA: Pengembang harus berhati-hati dalam melakukan riset pasar untuk pembangunan kondominium di luar Jakarta.Arief Rahardjo, Head of Research and Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, mengatakan pertumbuhan kondominium di daerah tentunya tidak
Anggriawan Sugianto
Anggriawan Sugianto - Bisnis.com 14 Mei 2012  |  17:33 WIB

JAKARTA: Pengembang harus berhati-hati dalam melakukan riset pasar untuk pembangunan kondominium di luar Jakarta.Arief Rahardjo, Head of Research and Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, mengatakan pertumbuhan kondominium di daerah tentunya tidak sepesat di Jakarta, mengingat sisa lahan masih relatif banyak dan kemacetan belum terlalu parah."Sejak sekitar 5 tahun lalu, kondominium di kota-kota seperti Surabaya, Bandung, hingga Jogja mulai bermunculan. Dalam hal ini pengembang harus memperhatikan orientasi pasar maupun profil konsumen yang berbeda dari Jakarta," ujarnya di sela diskusi Prospek dan Investasi Kondominium, Senin 14 Mei 2012.Menurutnya, saat membangun kondominium di luar Jakarta, pengembang harus memperhitungkan secara pasti segmen mana yang dituju. Misalnya segmen mahasiswa di kota seperti Surabaya atau segmen pariwisata melalui kondotel seperti di Bali.Selain itu, dia menuturkan pengembang sebaiknya tidak membangun kondominium di daerah dengan harga setara dengan rumah tapak di kelas yang sama, sebab masyarakat tentunya cenderung memilih rumah tapak.Sementara itu, Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk, membenarkan bahwa mengembangkan hunian vertikal di luar Jakarta, memerlukan perhitungan rinci dan benar-benar jeli sebab pasarnya lebih terbatas dan lahan rumah tapak relatif masih luas."Misalnya di Surabaya, masyarakat masih perlu edukasi lebih lanjut supaya tidak meninggalkan pusat kota dan tinggal di pinggir kota, supaya transportasi tidak terlalu membebani dan menyebabkan kemacetan," jelasnya.  (ra)

 

BACA JUGA:

>> Top 5 Editors Choice Bisnis Indonesia

>>> Steve Wozniak Kepincut Saham Facebook

>>> Menhub Minta Asuransi Korban Sukhoi Rp1,25 Miliar per Orang

>>> City juara Liga Inggris

>>> 5 Rubrik TERPOPULER

>>> 10 ARTIKEL Paling Banyak DIBACA

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top