Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGELOLAAN LINGKUNGAN: Keberadaan bank sampah bantu ekonomi warga

MEDAN: Bank sampah dirancang untuk menambah pendapatan masyarakat yang benar-benar mampu memanfaatkannya.
Andi Suhendri Rambe
Andi Suhendri Rambe - Bisnis.com 13 Mei 2012  |  09:30 WIB

MEDAN: Bank sampah dirancang untuk menambah pendapatan masyarakat yang benar-benar mampu memanfaatkannya.

 

Menteri Negara Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan bank sampah di Indonesia menghasilkan pendapatan sekitar Rp1,7 miliar.

 

"Bank sampah mampu membantu ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya di Medan Sabtu 12 Mei 2012.

 

Menurut dia, keberhasilan bank sampah sangat tergantung pada kemampuan pengelola, terutama masyarakat di sekitar tempat berdirinya bank sampah tersebut.

 

Jika bank sampah berjalan sesuai dengan harapan, lanjutnya, seluruh sampah warga sekitarnya akan bisa teratasi.

 

Malah tidak tertutup kemungkinan untuk mendapatkan sampah, bank sampah terpaksa harus mengimpor sampah dari wilayah maupun kota lainnya agar terus beroperasi.

 

Bank sampah akan menampung 12 jenis sampah yang sudah dipilah-pilah warga dan menyetornya ke pengelola.

 

Lalu, warga yang menyetorkan sampah sesuai kriteria akan diberikan imbalan dengan harga barang butut.

 

Pada tahap awal, bank sampah baru menerima sampah yang dibawa anak sekolah usia dini hingga sekolah dasar.

 

Anak sekolah tersebut, diwajibkan membuka rekening di bank, lalu pengelola bank sampah mengirimkan uang pembelian sampah ke rekening yang sudah dibuka.

 

Menghasilkan uang

Sementara itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengatakan Bank Sampah Mutiara yang terletak di Medan Denai itu merupakan wujud dari pendekatan pengelolaan persampahan berbasis masyarakat. “Sampah tidak dipandang sebagi musuh karena bisa menghasilkan uang,” tuturnya.

 

Menurut dia, program bank sampah ini bukanlah sesuatu yang asing bagi segenap warga Kota Medan.

 

Selain Bank Sampah Mutiara, banyak bank sampah lainnya yang dikelola secara rutin oleh masyarakat.

 

"Malah masyarakat sudah terampil memberdayakan sampah menjadi aneka produk yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi," katanya.

 

Rahudman mengatakan, pengelolaan sampah pada masa mendatang semakin berat. Jika mengacu pada target Millenium Development Goals, pada 2015 diharapkan 65 persen penduduk Indonesia harus memperoleh akses terhadap sanitasi yang layak.

 

Kota Medan sendiri, kata dia, dengan luas lebih kurang 25.510 hektare dan penduduk 2,8 juta jiwa serta pola produksi dan konsumsi yang tinggi, maka jumlah sampah per hari diperkirakan mencapai 1.500 ton.

 

"Dari jumlah itu diperkirakan prosentase sampah yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebesar 81 persen. Kondisi ini menuntut pengelolaan persampahan secara lebih komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir," katanya.

 

Setelah meresmikan bank sampah di kota Medan Menteri Negara Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya didampingi Wali Kota Medan Rahudman Harahap beserta rombongan tiba di Belawan.

 

Seusai makan siang bersama menteri lingkungan hidup beserta rombongan meninjau kondisi pemukiman kumuh dan sejumlah pabrik yang ada di pesisir Belawan serta limbah impor besi beracun yang tertahan di Belawan Internasional Container Terminal.

 

Sekadar seremonial

Menurut seorang  aktivis LSM Armen Tanjung kehadiran Menteri ke Kota Belawan diharapkan jangan hanya sekadar seremonial belaka.

 

Masyarakat berharap, tuturnya, agar sejumlah pelaku perusak lingkungan hidup diantaranya penimbunan lahan hutan mangrove jadi depo kontainer, maupun jadi lokasi pabrik segera ditindak.

 

Apalagi belakangan ini, jelasnya, Belawan terancam tenggelam dilanda banjir rob yang besar diduga karena kerusakan lingkungan pesisir hutan mangrove maupun gencarnya pembuangan limbah pabrik ke laut. (Bsi)

 

+ JANGAN LEWATKAN:

 

>>> 10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top