Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI WISMA ATLET: Setelah Angie, Koster Menunggu

 
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 13 Mei 2012  |  17:37 WIB

 

 

JAKARTA: Indonesian Corruption Watch (ICW)  mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera menetapkan anggota Komisi X DPR dari fraksi PDI-P I Wayan Koster sebagai tersangka dalam pengembangan kasus wisma atlet.

 

Anggota Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho menyatakan terdapat kesamaan peranan antara Angelina Sondakh dan Wayan Koster dalam pengembangan kasus dugaan suap wisma atlet Sea Games. Uang dari perusahaan Nazaruddin yaitu Permai Grup diketahui juga mengalir kepada Koster.

 

"Kasusnya sebenarnya kan sejenis dengan Angelina, penerimaan uang yang berasal dari Rosa, sekita Rp5 Miliar. Kalau Angie kena, Koster seharusnya kena juga. KPK jangan ragu untuk menetapkan Koster sebagai tersangka, termasuk menangkap dan menahannya," ujarnya ketika dihubungi hari ini. Emerson juga menjelaskan penetapan tersangka sangat membantu KPK untuk menyelidiki lebih jauh siapa saja anggota DPR lainnya yang turut menerima suap dari Nazaruddin, terkait proyek Wisma Atlet. Apalagi Angie dan Koster diduga merupakan pihakyang menjadi pintu gerbang masuknya uang ke DPR khususnya Komisi X.

 

“Uang dari perusahaan Nazaruddin banyak yang mengalir ke Angie juga Koster. Tapi belum tentu uang tersebut semuanya masuk ke Angie dan Koster . Bisa jadi dialirkan kepada pihak lain,” tuturnya.

 

Sementara itu dihubungi secara terpisah pengamat hukum dari Universitas Muhammadiyah, Chairul Huda, menilai, Koster layak ditetapkan sebagai tersangka jika melihat fakta-fakta persidangan Nazaruddin selama ini.

 

Penetapan Koster sebagai tersangka hanya tinggal menunggu keberanian KPK untuk menjadikan fakta persidangan Nazaruddin tersebut sebagai fakta penyelidikan. Mindo Rosalina Manulang, Yulianis, Oktarina, dan beberap saksi yang menyebut keterlibatan Koster harus kembali diperiksa untuk kemudian disatukan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

 

"Fakta persidangan harus diubah jadi fakta penyelidikan, Rosa, Idris, Yulianis, harus di-BAP lagi untuk Koster," ujarnya.

 

Menurut Chairul, KPK juga dapat melakukan penyelidikan baru terkait keterlibatan Koster ini dengan turut memeriksa politikus PDI-Perjuangan itu. Kalau memang keterangan para saksi yang diperiksa KPK tersebut kemudian berkesesuaian satu sama lain, Koster dapat dijerat.

 

"Kalau keterangan mereka berkesesuaian satu sama lain, bisa jadi tersangka. Sekarang kan baru fakta persidangan Nazaruddin, kalau mau, disidik sendiri," ujar Chairul.

 

Di sisi lain Juru Bicara KPK Johan Budi menyatakan lembaga anti korupsi tersebut terus membuka peluang untuk penetapan tersangka lainnya setelah Angelina Sondakh. Namun begitu penetapan tersangka haruslah berdasarkan dua alat bukti yang cukup.

 

Hingga kini KPK juga belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap I Wayan Koster. KPK menyatakan masih fokus untuk melengkapi berka Angie agar segera naik ke tahap penuntutan. “Belum ada jadwal (pemeriksaan Koster),” ujarnya saat dihubungi hari ini.

 

Seperti diketahui pada pekan lalu KPK melakukan pemeriksaan terhadap staf Koster yang bernama Budi Supriyatna. Budi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Angelina Sondakh. Budi diduga sebagai orang yang menerima fee langsung dari Grup Permai.

 

Peran Budi sebelumnya pernah terungkap di persidangan Nazaruddin. Saat itu supir Permai Grup, Luthfie Ardiansyah mengaku mengantarkan uang ke gedung DPR. Saat di gedung DPR tersebut Luthfie datang menemui Budi untuk mengantarkan uang senilai Rp 3 milliar.Uang tersebut ada di dalam kardus Gudang Garam.

 

Berdasarkan fakta persidangan kasus suap Wisma Atlet SEA Games dengan terdakwa Muahmmad Nazaruddin, tiga orang saksi yaitu Yulianis, Oktarina Furi, dan Luthfi membenarkan bahwa ada aliran dana ke anggota Badan Anggaran (Banggar) Angie dan Koster.

 

Oktarina dalam peridangan di Pengadilan Tipikor juga pernah mengungkap jika Permai Grup pernah mengucurkan sejumlah uang ke I Wayan Koster. Menurut Octarina, uang tersebut bukan untuk Wisma Atlet, namun untuk proyek lain.

 

Dikatakan Oktarina, uang dalam bentuk dolar tersebut dikucurkan untuk mendapatkan proyek pengadaan alat bantu di universitas. (msb)

 

 

+ JANGAN LEWATKAN:

>>> 10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM

>>BACA JUGA

Gara-gara JPMorgan, ORANG TERKAYA DI DUNIA merugi US$4,2 miliar

KRONOLOGI JATUHNYA SUKHOI versi Kementerian Perhubungan

KINERJA KUARTAL I/2012: Laba bersih Bakrie Plantations anjlok 64%


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Intan Pratiwi

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top