Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: Pembelian berlanjut, 3 Pesawat Baru segera tiba di Indonesia

JAKARTA: United Aircraft Corporation, pemegang 100% saham Sukhoi Aviation Holding Company menyatakan rencana pembelian pesawat oleh sejumlah maskapai di Indonesia tetap berlanjut, bahkan pada tahun ini akan mengirim tiga unit Sukhoi Super Jet 100 ke
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 11 Mei 2012  |  19:18 WIB

JAKARTA: United Aircraft Corporation, pemegang 100% saham Sukhoi Aviation Holding Company menyatakan rencana pembelian pesawat oleh sejumlah maskapai di Indonesia tetap berlanjut, bahkan pada tahun ini akan mengirim tiga unit Sukhoi Super Jet 100 ke Tanah Air."Memang Sukhoi sudah tanda tangan beberapa kontrak dengan sejumlah maskapai di Indonesia, kita coba mengatasi masalah akibat jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 tiga hari lalu di Gunung Salak," kata Presiden United Aircraft Corporation Pogosyan saat jumpa pers di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat sore, 11 Mei 2012.Pada saat jumpa pers, turut hadir Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S. Gumay,   Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov, Deputi Menteri Perdagangan Rusia Slyusar Yuri, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi, dan Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Mulya Abdi.Pogosyan mengatakan pihaknya akan berusaha menyelesaikan masalah terkait jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 di Gunung Salak, Bogor pada Rabu 9 Mei 2012. Dengan demikian, rencana penjualan pesawat tipe yang sama tidak akan tertunda, bahkan pada tahun ini akan mengirim tiga unit untuk maskapai asal Indonesia yakni Sky Aviation."Pengiriman pertama berupa tiga unit pesawat Sukhoi Super Jet 100 untuk Sky Aviation pada tahun ini. Selanjutnya tinggal menunggu registrasi di regulator Indonesia yakni Kementerian Perhubungan," kata Pogosyan.Dia menjelaskan selain penjualan pesawat kepada maskapai asal Indonesia, pihaknya juga bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk memproduksi beberapa komponen pesawat. "Sayang sekali terjadi kecelakaan," tuturnya.Sebelumnya pihak Sky Aviation menyatakan belum dapat memutuskan untuk membatalkan pembelian 12 unit pesawat Sukhoi Super Jet 100 seiring kecelakaan pesawat sejenis di Gunung salak, Bogor.“Saat ini kami belum bisa mengambil keputusan apapun untuk urusan pembelian ke-12 pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ 100) ini karena masih benar-benar fokus menangani ke 14 staf kami yang turut hilang dapat penerbangan pesawat yang naas tersebut,” ucap General Manager Marketing Sky Aviation Sutito Zainuddin.Sutito menambahkan Sky Aviation telah menandatangani perjanjian pembelian pesawat jenis Sukhoi milik Rusia sebanyak 12 unit selama empat tahun mendatang. Total transaksi US$380,4 juta. Tiga pesawat akan datang secara bertahap mulai September, November, hingga Desember tahun ini.Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay mengatakan sebelum pesawat pesanan dari Rusia datang, pesawat-pesawat tersebut harus terlebih dahulu diregistrasi sebagai bagian dari uji kelayakan terbang di wilayah Indonesia."Proses registrasi dan uji kelayakan pesawat baru yang akan dikirim itu dilakukan di negara asal pesawat, berdasarkan permintaan maskapai pembeli kepada regulator. Ini dilakukan sebelum pesawat dikirim, biasanya proses uji kelayakan hanya butuh 2 minggu," kata Herry.Singkatnya waktu uji kelayakan dan registrasi ini, lanjut Herry, karena pesawattersebut sudah mendapat sertifikasi dari pabrikannya yakni Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC) dan sertifikat dari regulator penerbangan sipil internasional yakni European Aviation Safety Agency (EASA).Menteri Perhubungan EE. Mangindaan mengatakan pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak sudah sesuai prosedur."Joy Flight atau demo terbang promosi Sukhoi sudah ada izin, untuk izin diplomatic clearance dari Kementerian Luar Negeri. Dari Mabes TNI AU untuk security clearance, dan dari Kemenhub untuk approval flight. Prosedur sudah dilalui," tutur Menhub. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top