Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: Kabut tebal ganggu evakuasi

SUKABUMI: Kabut tebal yang menggantung di kawasan Gunung Salak, sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, mengganggu jalannya evakuasi korban.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Mei 2012  |  09:59 WIB

SUKABUMI: Kabut tebal yang menggantung di kawasan Gunung Salak, sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, mengganggu jalannya evakuasi korban.

Tim SAR masih mempertimbangkan cara terbaik dalam melakukan evakuasi korban pesawat Sukhoi, antara jalan udara ataukah udara, dengan melihat kondisi medan dan cuaca di kawasan Gunung Salak, Bogor."Kami belum bisa memastikan secaa pasti apakah evakuasi melalui jalur darat atau udara. Kami masih berkoordinasi dengan tim penyelamat dan pencari yang saat ini sudah sampai di lokasi jatuhnya pesawat," kata Danrem Suryakencana Bogor Kolonel (Inf) A.M. Putranto kepada wartawan, Jumat.Namun, dilihat dari kondisi medan, evakuasi korban bisa jadi dilakukan melalui jalur darat, karena lokasi jatuhnya pesawat berada di tebing Gunung Salak dengan ketinggian 1.800 meter.Selain itu, ambulan dan helikopter sudah disiagakan untuk membawa para korban kecelakaan pesawat ini."Kami akan terus berkoordinasi untuk mendapatkan cara terbaik apa yang harus dilakukan untuk mengevakuasi para korban," tambah Kolonel Putranto yang juga Ketua Koordinator Tim Pencari dan Penyelamat Korban Kecelakaan Pesawat Sukhoi, posko utama di Kampung Pasir Manggis, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.Sementara, Koordinator operasional PMI, Abidin mengatakan, saat ini PMI sudah menyediakan 15 unit ambulance roda empat, empat unit helikopter dan menyiagakan personel 80 personel dari relawan."Kami akan menentukan langkah-langkah operasi evakuasi di titik kordinat jatuhnya pesawat, agar evakuasi bisa cepat dan tepat," kata Abidin. (arh)

 

+ JANGAN LEWATKAN:

10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top