Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI PARIWISATA Jatim belum digarap secara optimal

 
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  19:55 WIB

 

SURABAYA: Pengembangan Industri pariwisata di Jatim dinilai belum optimal kendati arus kunjungan wisatawan mancanegara terus naik namun provinsi ujung timur Pulau Jawa ini hanya sebagai daerah transit bukan destinasi utama.
 
Jarianto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim,  mengatakan wilayah Jatim yang terletak di antara Bali dan Yogyakarta memang sedikit menguntungkan sebagai daerah lintasan pariwisata. Khususnya bagi turis asing yang mengikuti paket overland dari Bali menuju Yogyakarta dan sebaliknya.
 
Namun kondisi itu, lanjutnya membuat kinerja pariwisata Jatim tidak optimal. Meskipun arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sering mengalami kenaikan. Akan tetapi dari segi volume bisnis masih kurang karena hanya sebagai daerah transit.
 
“Namanya daerah trasit kerap kali hanya dilewati sehingga spending power wisatawannya relatif kecil kerena tidak memungkinkan untuk mengunjungi banyak objek wisata,” ungkapnya hari ini.
 
Padahal di Jatim, lanjutnya terdapat 763 objek wisata. Namun yang dikenal oleh wisatawan hanya sebagian kecil seperti kawah ijen dan kawasan Gunung Bromo. Itu pun sebagian besar wisatawannya masuk Jatim melalui pintu Bandara Ngurah Rai Bali atau Yogyakarta.
 
“Kondisi tersebut merupakan tantangan bagi pengelola industri pariwisata di Jatim yang ingin mendongkrak wisatawan asing.”
 
Data di Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan sebagian besar wisatawan asing yang masuk Jatim melalui pintu Bandara Juanda selalu didominasi wisatawan asal Malaysia. Sepanjang Maret 2012 jumlah turis asing tersebut tercatat 3.899 orang naik 22,11% disusul warga Singapura sebanyak 1.646 orang dan China sebanyak 1.122 orang.
 
Sepanjang Januari-Maret 2012 total wisatawan asal Melaysia terkoreksi 6% dari 10.267 orang pada triwulam pertama 2011 menjadi 9.620 orang.
 
Sebaliknya wisatawan asal Amerika mencatat kenaikan tertinggi yakni sebesar 32,7% sepanjang periode tersebut atau naik dari 991 orang pada 2011 menjadi 1.315 orang.
 
Sementara itu total wisatawan yang datang ke Jatim melalui pintu masuk Bandara Juanda pada Maret 2012 mencapai 16.257 orang naik 13,76% dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebanyak 14.290 orang. Secara komulatif sepanjang Januari-Maret 2012 arus wisman ke Jatim tersebut mencapai 44.747 orang naik 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 41.983 orang.
 
Jarianto mengatakan untuk dapat mengotimalkan kinerja di sektor pariwisata, pelaku industri pariwisata harus gencar melakukan berbagai kegiatan promosi termasuk yang dilakukan bersama-sama pemerintah seperti Majapahit Travel Fair. Kegiatan yang berlangsung mulai hari ini hingga 13 Mei mendatang itu diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisman pada tahun depan.
 
Apalagi, tambahnya, MTF tidak hanya diikuti industri pariwisata di Jatim tetapi juga daerah lain. Tahun ini jumlah peserta kegiatan mencapai  60 seller dari 13 kota di Indonesia. “Sebagian besar memang kota-kota di Jatim yang memiliki banyak destinasi wisata tetapi juga ada dari Jakarta dan Kalimantan Timur.” (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top