Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKBAR TANDJUNG: Sistem partai harus lebih sederhana

JAKARTA: Ketua DPP Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan Indonesia membutuhkan sistem kepartaian yang lebih sederhana untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensial."Dalam sistem presidensial sebenarnya tidak butuh banyak partai karena presiden
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 09 Mei 2012  |  16:36 WIB

JAKARTA: Ketua DPP Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan Indonesia membutuhkan sistem kepartaian yang lebih sederhana untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensial."Dalam sistem presidensial sebenarnya tidak butuh banyak partai karena presiden dipilih rakyat," katanya dalam acara dialog hari ini, Rabu, 9 Mei 2012.Menurutnya, idealnya lima sampai enam partai politik sudah bisa mewakili semua elemen masyarakat. Pasalnya, dalam sejarah politik Indonesia parpol selalu mewakili pandangan ideologi, agama, atau nasionalisme.Dia mengatakan berbeda dari negara lain, di Indonesia, ada dua kekuatan nasionalisme, yakni terbuka dan eksklusif dari perspektif sosial. Lalu ada Islam modern dan tradisional."Itu paling tidak memunculkan empat partai. Karena masyarakat kita majemuk, mungkin ada kelompok yang tidak mau masuk ke kelompok itu. Jadi mungkin ada tambahan satu atau dua," jelasnya.Akbar menjelaskan penyederhanaan partai bisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk di antaranya dengan sistem ambang batas parlemen. Dengan demikian hanya partai yang mempunyai keterwakilan cukup yang bisa menduduki kursi parlemen.Pada bagian lain, politisi senior tersebut mengatakan partai politik harus bisa membaca situasi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Partai Golkar juga beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di negeri ini, termasuk reformasi yang terjadi 1998-1999."Kami harus melakukan apa yang disebut adaptasi, bukan kompromi. Kami harus menyesuaikan diri dengan situasi obyektif agar kepentingan subyektif kami masih bisa jalan," kata Akbar. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top