Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CAMILAN SEHATUB kembangkan snack anti oksidan dari Pepino & Rosella

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  18:27 WIB

 

MALANG: Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang, Indria Purwatiningrum, berhasil mengembangkan biskuit sehat dari bahan buah Pepino.
 
Sukses pengembangan yang dilakukan oleh Indria Purwatiningrum tersebut tidak terlepas dari keprihatinannya melihat menjamurnya makanan tidak sehat yang ada di pasaran saat ini.
 
Menurut Indria Purwatiningrum, biscuit temuannya tersebut diberi nama pepila dan terbuat dari buah Pepino yang dikombinasikan dengan selai dari bunga Rosella.
 
“Menjamurnya makanan yang tidak sehat di pasaran memberikan inspirasi kepada saya untuk membuat inovasi di bidang pengembangan pangan berupa snack  sehat, murah, kaya vitamin, serta anti oksidan,” katanya hari ini  Selasa 8 Mei 2012.
 
Dia menambahkan nama Pepila sengaja diambil dari kata Pepino dan Rosela, yang jika digabungkan menjadi Pepila. Biskuit tersebut mempunyai manfaat untuk memperlancar peredaran darah dan mempertahankan daya tahan tubuh dan sebagai zat anti oksidan.
 
“Kandungan anti-oksidan yang terdapat pada bunga Rosella tidak akan mengalami banyak kerusakan karena saat dijadikan dalam bentuk selai tingkat kerusakannya sedikit.”
 
Selain kaya akan kandungan zat anti oksidan sebagai anti radikal bebas, biskuit Pepila tersebut juga bisa bisa melawan kanker dan mengurangi penuaan. 
 
“Karena zat antioksidan yang terdapat dalam selai bunga Rosella dijamin tidak akan banyak berkurang karena tidak melalui pemanasan yang berulang.”
 
Adapun buah Pepino, lanjut dia,  mempunyai kandungan protein sebanyak 0,6 gram dan per 100 gramnya berfungsi untuk menjaga pecernaan dan daya tahan tubuh.
 
Dalam buah Pepino, jelasnya, terdapat sebuah senyawa aktif yang berfungsi untuk memperlancar air susu ibu (ASI) , namun karena dalam biskuit ini senyawa aktifnya tidak diekstraksi, maka kandungannya hanya sedikit.
 
“Kalau senyawa aktifnya diekstraksi membutuhkan biaya yang mahal. Sehingga akan berpengaruh terhadap harga jualnya nanti.”
 
Karena menurut rencana, biskuit Pepila tersebut bakal dijual dengan harga Rp5.000 per bungkus dan satu bungkus berisi 12 keping biskuit.  Keunggulan lain dari Pepila adalah terletak pada bahan dasar tepung Ganyongnya yang bebas dari zatik kimia.
 
Adonan biskuit yang dicampur dengan tepung Ganyong yang terdapat pada  Pepila sangat aman dikonsumsi karena tidak ada campuran zat kimia seperti tepung terigu pada umumnya.
 
“Tepung Ganyong adalah sejenis tepung yang dibuat dari umbi yang sudah tua dan baik (tidak ada tanda-tanda kebusukan),” jelasnya.
 
Campuran lain dari buah Pepino adalah wortel yang kaya akan beta karoten dan bagus untuk kesehatan mata. Pembuatan biskuit Pepila sendiri hanya memakan waktu sekitar tiga bulan.
 
Selama tiga bulan itu, Indria, mengaku terus mencoba komposisi yang cocok untuk adonan biskuit Pepila. Terkadang karena harus mencampur tepung Ganyong dan buah Pepino rasanya menjadi kurang pas.  Dari situ pihaknya terus mencari bahan untuk referensi hingga sampai menjadi biskuit Pepila. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi`i

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top