Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MOBIL HIBRIDA: Toyota RAV4 listrik meluncur di AS

Foto: Toyota RAV4 EV yang menggunakan tenaga listrik dengan baterai keluaran Tesla Motor Inc di Los Angeles. (Jonathan Alcorn/Bloomberg)
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  08:33 WIB

Foto: Toyota RAV4 EV yang menggunakan tenaga listrik dengan baterai keluaran Tesla Motor Inc di Los Angeles. (Jonathan Alcorn/Bloomberg)

 

LOS ANGELES: Toyota Motor Corp, pabrikan mobil terbesar dunia, segera merilis versi hibrida untuk varian SUV, RAV4, yang dilengkapi baterai listrik dan motor dari Tesla Motors Inc (TSLA) seharga dua kali lipat dari versi bensin.Toyota membandrol RAV4 EV senilai US$49.800 di California dan berencana untuk mengirimkan 2.600 unit dalam 3 tahun ke depan ke kawasan lain, ungkap perusahaan itu kemarin dalam simposium kendaraan listrik di Los Angeles."Kami pikir targe 2.600 adalah wajar untuk produk ini. Kami ingin menjadi preseden untuk melihat bagaimana pasar berkembang, " ujar Bob Carter, Vice President US Sales untuk Grup Toyota, dalam sebuah wawancara. "Ini akan menjadi pasar SUV listrik."Harga dasar model RAV4 2012 dengan mesin bensin 2,5-liter dalam situs Toyota di AS adalah US$22.650.Toyota, yang membeli saham US$50 juta Tesla yang bebrasis di Palo Alto California pada 2010, berada di bawah tekanan untuk menjual kendaraan dengan baterai yang paling dapat diisi ulang di California untuk memenuhi aturan polusi negara. Seiring dengan RAV4 versi listrik, Toyota sudah mulai menjual versi plug-in hybrid Prius dan juga berencana untuk memberikan baterai bertenaga untuk minicar iQ.Dari tahun sampai dengan 2014, Toyota, General Motors Co (GM), Ford Motor Co (F), Honda Motor Co (7267), Nissan Motor Co (7201) dan Chrysler Group LLC harus mengirimkan sekitar 60.000 plug in mobil hibrida dan listrik yang dikombinasikan untuk memenuhi mandat nol-emisi kendaraan di California. Toyota harus memberikan kendaraan yang paling dapat diisi ulang karena memiliki pangsa pasar terbesar di negara bagian. (Bloomberg/arh)

 

 

+++ JANGAN LEWATKAN ARTIKEL BERIKUT:

Awas! FBI Sadap Facebook, GMail, YM dan Skype!

ROKOK Bukan Penyebab KANKER?

CHARLES SAERANG, Demi Perempuan

> Jika Menteri Perindustrian MS HIDAYAT bicara Pekerja Seks Perempuan

Baca Koran BISNIS INDONESIA Hari Ini


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top