Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SEPUTAR ISTANA PRESIDENAntara BBM, kepergian 2 menteri & agenda internal 4-8 Mei

 
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  15:33 WIB

 

JAKARTA:Batalnya rencana kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi per 1 April 2012 karena ditolak DPR,  memberikan cerita berkelanjutan terkait dengan kebijakan pemerintah pasca tidak jadinya  harga jual premium ditetapkan Rp6.000 per liter.
 
Momen untuk mengeluarkan kebijakan, seperti kabar yang tersebar bahwa akan ada aturan baru terkait pengendalian  BBM bersubsidi yang akan berlaku Mei 2012, terus dihiasi dengan sejumlah rangkaian peristiwa tidak terduga.
 
Di tengah kegiatan sejumlah rapat terkait bahan bakar minyak digelar di Istana, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo, meninggal dunia saat mendaki Gunung Tambora, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada 21 April 2012.
 
Masih teringat saat Widjajono mendatangi Istana untuk menghadiri rapat terbatas pada 19 Mei untuk mengikuti rapat  di Istana tersebut, sebelum dipanggil Yang Maha Kuasa untuk selamanya.
 
Tidak seperti biasanya, ketika itu Widjajono seperti terburu-buru ingin berada di ruangan rapat sehingga ajudannya tidak mengizinkan wartawan menyetop langkahnya untuk menanyakan sejumlah isu pada Wamen yang selalu tampil dengan gaya rambutnya yang khas tersebut.
 
Masih terngiang tatapan almarhum Widjojono saat sempat terhenti di  anak tangga dengan pijakan lebar dan melemparkan pandangan ke wartawan. Ternyata   tatapan itu adalah pandangan sang Wamen terakhir bagi sejumlah wartawan.
 
Pembahasan terkait BBM tidak  terhenti  dengan kepergian Widjajono, sejumlah rapat terus berlanjut.
 
Ternyata kabar selanjutnya adalah terkait  dengan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih  yang tengah dirawat di RSCM dan dikabarkan kondisinya makin menurun. SBY kemudian menyempatkan membesuk Endang di rumah sakit pada 26 April.
 
SBY menjenguk Endang setelah  Presiden membuka Musyawarah Perencanaan Pembagunan Nasional 2012 di Hotel Bidakara di tanggal yang sama. Saat melihat kesehatan Endang, SBY mengungkapkan adanya permohonan Endang untuk mundur dari jabatannya sebagai Menkes. Endang meninggal pada 2 Mei 2012.
 
Presiden Yudhoyono kehilangan dua pembantunya di jajaran kabinetnya di tanggal  yang penuh makna. Widjojono  meninggal saat masyarakat memperingati Hari Kartini pada 21 April, sementara Menkes Endang berpulang saat Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei.
 
Setelah kepergian Endang, SBY memang menggelar rapat kabinet pada 3 Mei 2012. Setelah rapat tersebut dibeberkan oleh menterinya adanya rencana 5 keputusan terkait upaya pengendalian BBM bersubsidi yang akan diatur dalam keputusan menteri.
 
Agenda internal
 
SBY pun kemudian seperti membutuhkan waktu dan ruang untuk makin berkonsentrasi  dengan tugasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, ini jika dikaitkan dengan agenda internalnya yang berkelanjutan mulai 4—8 Mei 2012.
 
Sejumlah kegiatan tetap dilakukan Presiden  di Istana,  terlihat dengan kedatangan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara mendatangi Istana.
 
Tidak ada yang tahu persis apa alasan SBY membuat agenda internal sepanjang 4 hingga 8 Mei. Namun sejumlah peristiwa lantas saja dikaitkan-kaitkan.
 
Kemungkinan SBY  masih berkabung dengan kepergian dua pembantunya di kabinet, atau tengah berkonsentrasi mencari sosok pengganti Endang dan Widjajono sebagai Menkes dan Wamen ESDM  yang rumornya menjadi satu paket dengan  bakal adanya perombakan kabinet (reshuffle) kembali.
 
Dugaan lainnya, kemungkinan SBY tengah mempersiapkan kebijakan pengendalian BBM bersubsidi. Mengingat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik pernah mengatakan SBY akan melakukan pidato pada awal Mei terkait kebijakan BBM.
 
“Saya kerja terus kok, tidak pernah berhenti,” kata seorang staf Istana menggambarkan kesibukannya yang berkelanjutan dari hari ke hari ketika diminta membeberkan  kegiatan di dalam Istana dalam seminggu terakhir ini.
 
Maklum saja jika agenda internal, wartawan tidak diperkenankan masuk ke halaman dalam Istana tempat sejumlah gedung utama ada yaitu Kantor Presiden, Istana Negara, Istana Merdeka, dan Wisma Negara. Rangkaian kegiatan internal SBY memang memunculkan keingintahuan. Ada apa gerangan? (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top