Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI OTOMOTIF: Pemerintah siap tindak produk tidak standar

JAKARTA: Kementerian Perdagangan akan menindak agen tunggal pemegang merek otomotif yang menjual produk tidak standar, menyusul komplain konsumen yang dilayangkan kepada Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen.Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Mei 2012  |  21:38 WIB

JAKARTA: Kementerian Perdagangan akan menindak agen tunggal pemegang merek otomotif yang menjual produk tidak standar, menyusul komplain konsumen yang dilayangkan kepada Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen.Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nus Nuzulia Ishak mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan YLKI terkait aduan masyarakat tersebut."YLKI tidak bisa melakukan penindakan. Yang bisa melakukan penindakan ada kami. Pengaduan dari masyarakat kami akan tindaklanjuti. Kami akan koordinasi dengan YLKI," katanya, Senin 7 mei 2012.YLKI sebelumnya mencatat jumlah komplain konsumen kepada ATPM melonjak dari 11 komplain pada 2010 menjadi 17 komplain pada 2011, yang mencakup kendaraan roda dua maupun roda empat.Komplain tersebut mencakup cacat produksi, ketidaksesuaian antara janji dan produk yang dipakai dan layanan terhadap pelanggan yang buruk.Selain itu, ada pula aduan terkait mark up harga suku cadang dan jasa servis, kompetensi dan sikap petugas bengkel yang buruk dan gerai servis yang minim."Untuk produk otomotif yang cacat, harusnya di-recall," tegasnya.Pihaknya hingga kini belum menemukan kasus produk otomotif yang melanggar ketentuan barang beredar.Kemendag, katanya, hanya menemukan 33 kasus sparepart kendaraan yang tak standar selama Januari-April 2012.  (ra)

 

>>BACA JUGA

Sektor konstruksi tumbuh 7,3%

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sri Mas Sari

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top