KORUPSI WISMA ATLETKPK diminta lebih agresif buru pelaku

 
M. Syahran W. Lubis | 30 April 2012 15:48 WIB

 

JAKARTA:  Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) dituntut lebih berani menerobos wilayah abu-abu dalam kasus Wisma Atlet, karena ada kemungkinan terlibatnya orang-orang yang lebih tinggi posisinya dari Angelina Sondakh.
 
"Selama ini KPK selalu menggunakan cara by the book. Kalau menggunakan by the book, sangat sulit untuk mengungkap kasus Wisma Atlit dan yang lainnya. Perlu pengembangan kreatif," kata Yahdil Harahap, Ketua Kelompok Fraksi Partai Amanat Nasional Komisi III DPR, hari ini. 
 
Menurutnya, pada dasarnya  KPK tidak sulit untuk mengungkap kasus Wisma Atlet karena sudah cukup banyak data dan fakta pendukung.
 
Sedangkan Angelina harus memberikan informasi dan membuka seluas-luasnya siapa saja orang yang terlibat dalam kasus tersebut. Dengan demikian akan terlihat seperti apa alur kejadian yang sebenarnya. 
 
Menurutnya, KPK harus lebih kreatif kreatif dalam pengusutan kasus Wisma Atlit karena  yang kurang selama ini di KPK adalah kreatifitas dalam mengembangkan kasus. 
 
"KPK harus melihat alur kejadian, bisa ditelusuri. Yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin dengan menelusuri alur kejadian. Jangan sampai KPK tersandera oleh tersangka kasus korupsi Wisma Atlet,” ujarnya. Selain itu, KPK juga diminta tidak boleh menerima sebatas pengakuan Angelina.
 
Yahdil juga berharap Angelina menyampaikan semuanya termasuk siapa saja yang terlibat dalam kasusnya. "Untuk kebaikan penegakkan hukum, Angelina harus menyampaikan saja apa yang dia ketahui."
 
Terkait dengan kemungkinan adanya intervensi, Yahdil mengakui hal itu sangat mungkin terjadi.  Intervensi itu berasal dari pihak-pihak yang merasa akan dilibatkan atau dari tokoh-tokoh yang tak ingin Angelina "bernyanyi".
 
"Sangat besar kemungkinan Angelina diintervensi oleh pihak-pihak yang merasa terlibat. Pastilah Angelina diintervensi agar tak "bernyanyi"," kata politisi Partai Amanat Nasional itu. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top