IPB gelar seminar ekowisata

BOGOR: Program Studi Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan (MEJ) Sekolah Pascasarjana  Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan lokakarya bertajuk Optimasi Program Pascasarjana Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan  yang digelar di Ruang
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 26 April 2012  |  12:59 WIB

BOGOR: Program Studi Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan (MEJ) Sekolah Pascasarjana  Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan lokakarya bertajuk Optimasi Program Pascasarjana Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan  yang digelar di Ruang Sylva Utama, Fahutan IPB, Kampus Darmaga, hari ini, Kamis 26 April 2012. Acara ini mengulas rencana optimasi kurikulum dan proses belajar mengajar pada program studi tersebut.Narasumber yang hadir adalah Achyarudin, (Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Event Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata).Selain itu Adjat Sudradjat (Mantan Kasubit Taman Nasional 1986-1988), David Makes (Ketua Asosiasi Pariwisata Alam Indonesia), Adi Buana (Perum Perhutani) dan Bambang Supriyanto (Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung). Dalam lokakarya ini mengemuka problem-problem yang dihadapi ekowisata di Indonesia dan dunia. Selain itu, para narasumber memberikan masukan agar program studi ini dapat mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.        Staf  Pengajar Program Studi Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan, Sekolah Pascasarjana IPB, Dr. Ir. Ricky Avenzora memaparkan usulan pemetaan kurikulum saat ini menggunakan Teori Bloom yang terdiri dari remembering, understanding, applying,evaluating dan creating. Hal tersebut diterapkan secara bertahap mulai dari vocational study hingga Doctoral Study. Dia berharap dengan perubahan kurikulum yang ada membuat Program Studi Pascasarjana Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan dapat melahirkan sumber daya manusia yang sesuai dengan tuntutan pembangunan ekowisata dan kembali menjadi trend setter dalam beberapa tahun ke depan. (ra)

 

>BACA JUGA

-Perawat bisa jadi agen pemerataan kesehatan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top