KASUS HAMBALANG: KPK periksa istri Anas Urbaningrum

JAKARTA: Athiyyah Laila, istri Anas Urbaningrum, hari ini, Kamis, 26 April 2012  datang menghadiri panggilan pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus Hambalang.Athiyyah Laila yang tiba pukul 09.30 WIB, datang didampingi
Giras Pasopati | 26 April 2012 10:14 WIB

JAKARTA: Athiyyah Laila, istri Anas Urbaningrum, hari ini, Kamis, 26 April 2012  datang menghadiri panggilan pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus Hambalang.Athiyyah Laila yang tiba pukul 09.30 WIB, datang didampingi oleh suaminya Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Mereka tampak mesra. Anas menggandeng tangan Athiyyah sambil sesekali merangkulnya."Permintaan keterangan klarifikasi saja karena undangannya untuk PT Dutasari Citralaras tahun 2008 untuk kasus Hambalang 2010," ujar wanita yang mengenakan setelan coklat dan juga kerudung coklat tersebut.Sementara itu Anas menyatakan dia hari ini datang ke KPK memang hanya untuk menemani istrinya."Saya datang mengantarkan istri saya ke KPK. Ke dokter saja saya antar, ke pasar kadang-kadang juga saya antar," ujar Anas yang mengenakan kemeja biru lengan pendek.Dia menjelaskan hari ini ada undangan prmintaan keterangan, klarifikasi ke KPK. Hari ini istrinya dimintai keterangan klarifikasi untuk hambalang tahun 2010.Pada saat itu, jelasnya, posisi Athiyyah adalah komisaris PT Dutasari Citralaras. Namun begitu itu pada tahun 2008 dan 2009. Adapun proyek Hambalang dimulai pada 2010.PT Dutasari Citralaras merupakan salah satu perusahaan yang menjadi subkontraktor PT Adhi Karya dalam proyek Hambalang senilai Rp 1,52 triliun itu. Perusahaan itu dipimpin Mahfud Suroso, orang dekat Anas.Kemarin, KPK memeriksa Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat, Munadi Herlambang, yang diketahui sebagai pendiri sekaligus Direktur Utama PT MSons Capital. Perusahaan milik Munadi tersebut memiliki saham di PT Dutasari Citralaras.Penyelidikan kasus pembangunan pusat olahraga Hambalang ini berawal dari temuan KPK saat melakukan penggeledahan di kantor Grup Permai (perusahaan Muhammad Nazaruddin) beberapa waktu lalu terkait penyidikan kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games. (ra)

 

>BACA JUGA

-Malaysia giat jaring wisatawan Sumatra

Tag :
Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top