CAPRES ICALPenolakan DPD II cermin perpecahan Golkar

 
News Editor | 24 April 2012 18:31 WIB

 

JAKARTA: Munculnya penolakan pencapresan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, dari Forum Silaturahmi DPD II se-Indonesia menunjukkan tidak mudah bagi partai tersebut untuk mencari satu mekanisme pencapresan yang disepkati bersama.
 
Demikian dikemukakan oleh pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI)  Burhanuddin Muhtadi saat dihubungi hari ini. Menurutnya, sulitnya mencari mekanisme pencapresan itu disebabkan banyaknya kepentingan ‘pemegang saham’ di tubuh partai tersebut.
 
“Saya pesismistis Golkar bisa menyelesaikan mekanisme  pencapresan yang disepakti semua pihak karena sebagai ‘perusahaan terbuka’ masing-masing pemegang saham punya kepentingan yang berbeda-beda,” ujar Burhanuddin. 
 
Dengan demikian ketika seorang Aburizal, yang akrab disapa Ical, mau maju, ada pihak lain yang gerah.
 
Tidak adanya kelompok yang dominan di tubuh Golkar telah membuat sejumlah tokoh merasa punya peluang untuk jadi capres, katanya. Akibatnya, DPD II dan DPC mencoba memainkan perannya dengan menyampaikan aspirasi penolakan mereka terhadap pencapresan Ical melalui percepatan Rapat Pimpinan Nasional.
 
Sebelumnya Ketua Forum Silaturahmi DPD II se-Indonesia  Muntasir Hamid mengatakan ada empat ratus lebih DPD tingkat II yang tidak menyetujui pencapresan Ical. Mereka siap datang ke kantor DPP untuk menyatakan sikap tersebut. Selain itu forum tersebut, akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar biasa (munaslub) untuk mengkonter rencana Rapimnassus tersebut.
 
Namun demikian, Burhanuddin menduga Forum Silaturahmi DPD II se-Indonesia digunakan untuk kepentingan lawan Ical. Apalagi, ujarnya DPD II dan DPC tidak akan diundang dalam Rapimnassus kalau jadi dilaksanakan.
 
“Bukan tidak mungkin Forum DPD ini untuk kepentingan lawan ical dalam hal pencapresan dirinya,” ujar Burhanuddin kepada Bisnis. 
 
Menanggapi keinginan sejumlah DPD II yang ingin menyelenggarakan musyawarah nasional (munaslub). DPP menganggap forum DPD II tidak ada dalam aturan organisasi.
 
"Forum DPD II itu dalam AD/ART tidak dikenal. Dalam AD/ART tidak mengenal asosiasi," kata Wasekjen DPP Golkar Ibnu Munzir kepada wartawan. 
 
Ibnu mengatakan, forum itu tidak resmi hanya sekadar kumpul-kumpul sejumlah kader Golkar. "Bahwa mereka menggelar silaturahim itu silahkan. Tidak ada asosiasi seperti itu," katanya. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top