Merenungi hari bumi 2012

Sebelum membahas lebih jauh soal hari bumi dan makna dibaliknya, ada baiknya saya lontarkan sebuah pertanyaan, berapakah umur bumi sebenarnya?
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 22 April 2012  |  17:04 WIB

Sebelum membahas lebih jauh soal hari bumi dan makna dibaliknya, ada baiknya saya lontarkan sebuah pertanyaan, berapakah umur bumi sebenarnya?

 

Pengukuran pernah dilakukan sejak abad ke-18 berdasarkan tingkat pendinginan Bumi. Kemudian, ilmuwan terkenal seperti Charles Darwin mencoba menebak usia Bumi. Menurut dia, usia bumi adalah 306,7 juta tahun. Selain itu, Lord Kelvin pun membuat beberapa usulan mengenai usia Bumi dalam rentang ratusan juta tahun dan merupakan perbaikan moderat.

 

Kemampuan secara akurat untuk mengetahui usia Bumi berkembang dengan pemahaman peluruhan radioaktif. Bumi terbentuk dari puing-puing sisa kelahiran matahari. Zat radioaktif melepaskan partikel subatomik pada tingkat yang sangat stabil.

 

Terkadang usia suatu objek dapat ditentukan dengan membandingkan tingkat zat radioaktif saat ini dengan jumlah awal yang seharusnya. Uranium merupakan elemen radioaktif alamiah yang sangat dipahami.

 

Pada 1953 ilmuwan mengukur rasio uranium dalam sampel batuan kuno, dengannya ilmuwan dapat mengetahui usia Bumi yang telah mencapai usia 4,5 miliar-4,6 miliar tahun. Estimasi inilah yang hingga kini tetap bertahan.

 

Bila sudah mengetahui usia bumi yang sebenarnya, tentunya kita bisa lebih bijak menyikapi bumi ini, setidaknya pada setiap hari Bumi yang jatuh hari ini, 22 April 2012.

 

 

Menurut saya, hampir mayoritas orang yang tidak mengetahui peringatan hari bumi sedunia? Hari Bumi atau Earth Day dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson pada 1970.

 

Gaylord merupakan seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan.

 

PBB sendiri merayakan hari Bumi pada tanggal 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada 1969, adalah hari dimana matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.

 

Maka tidak aneh jika setiap 22 April para pencinta alam dan juga ormas-ormas peduli lingkungan melakukan peringatan serentak di seluruh Indonesia biasanya bertamakan Go Green.

 

Tentu saja peringatan ini tidak sekedar seremonial semata, namun bisa memberikan sebuah arti penting dalam hidup kita. Kita harus mulai sadar jika bumi kita sudah berumur tua, harus dijaga dan wajib untuk dipelihara.

 

Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.

 

Earth Day 2012 ( Hari Bumi Sedunia 22 April ) ini seharusnya bisa dimaknai sebagai peringatan yang membuat kita mulai menyadari pentingnya menanam pohon. Tentu tidak sebatas itu pastinya, namun setidaknya ada hal yang bisa kita lakukan dihari Bumi ini. Hari dimana bumi seharusnya mendapatkan perlakuan yang baik dari para penghuninya.

 

Selain menanam pohon, ada baiknya kita mulai menggunakan emisi atau bahan bakar ramah lingkungan dan menggurangi penggunaan semua perabot yang mengandung CFC yang merusak ozon.

 

Pada kenyataannya, eksplorasi sumber daya bumi memaksa manusia menebang dan menghabisi hutan. Tuntutan pengusaha perkebunan seperti kelapa sawit, juga membuat para penguasa pemda tega merusak hutan yang notabene merupakan paru-paru dunia.

 

Belum lagi pembangunan villa, mall, dan kota satelit baru di kawasan-kawasan yang seharusnya menjadi tempat peresapan air.

 

Pencemaran udara

Kemudian persoalan emisi bahan bakar yang di Indonesia sudah terlalu parah. Tingkat pencemaran udara di Indonesia sangat mengkhawatirkan ,bahkan Indonesia menjadi Negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ke tiga di dunia.

 

Menurut world bank juga menempatkan kota Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan tertinggi setelah Beijing, New Delhi, Mexico City.

 

Di Indonesia sendiri, data yang dipaparkan Oleh Pengkajian Ozon dan Polusi Udara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasioanal (Lapan), Jawa Barat menduduki peringkat polusi udara tertinggi di Indonesia. Semua itu disebabkan oleh polusi udara antara lain oleh ;emisi transportasi, kebakaran hutan dan industri.

 

Tingkat pencemaran laut di Indonesia masih sangat tinggi. Pencemaran berat terutama terjadi di kawasan laut sekitar dekat muara sungai dan kota-kota besar. Tingkat pencemaran laut ini telah menjadi ancaman serius bagi laut Indonesia dengan segala potensinya.

 

Pencemaran laut dan air tanah

Pencemaran laut telah mengakibatkan degradasi lingkungan dan kehidupan bawah laut. Apalagi mengingat Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia dengan luas perairan mencapai 93 ribu km2, 17.480 pulau, dan garis pantai sepanjang 95.000 km.

 

Indonesia juga merupakan negara dengan terumbu karang terbaik dan paling kaya keanekaragaman hayatinya di dunia dengan luas terumbu karang mencapai 284.300 km2 atau setara dengan 18% total terumbu karang dunia. Kekayaan alam dan keanekaragaman hayati laut tersebut terancam oleh pencemaran laut yang terus meningkat di Indonesia.

 

Selain berakibat pada degradasi lingkungan, pencemaran laut juga memberi akibat penurunan perekonomian nelayan. Dampak dari pencemaran laut dan limbah telah mengakibatkan penurunan hasil tangkapan nelayan di sejumlah kawasan di Indonesia. Sektor pariwisata pesisir dan laut Indonesia juga menerima dampak dari pencemaran laut ini.

 

Termasuk di dalamnya adalah pencemaran air tanah sebagai dampak lumpur Lapindo di Sidoarjo, yang merupakan bencana terbesar yang dipicu oleh ulah manusia.

 

 

Sudah saatnya kita mulai merenungi betapa sudah makin tuanya bumi, tapi terkadang para penguasa bangsa, dan wakil rakyat kita di Senayan masih belum dewasa dan bermental kanak-kanak, sehingga kegagalan mereka menjaga bumi pertiwi ditimpakan kepada anak cucu kita.(arif.pitoyo@bisnis.co.id)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top