PERAN PEREMPUAN: Keterwakilan di Parlemen bakal capai 30%

JAKARTA: Wapres Boediono yakin keterwakilan perempuan di parlemen dalam waktu tidak terlalu lama akan mencapai 30% karena perannya di bidang politik dan pemerintahan semakin meningkat."Tren pertumbuhan jumlah perempuan yang terpilih menjadi anggota
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 21 April 2012  |  11:43 WIB

JAKARTA: Wapres Boediono yakin keterwakilan perempuan di parlemen dalam waktu tidak terlalu lama akan mencapai 30% karena perannya di bidang politik dan pemerintahan semakin meningkat."Tren pertumbuhan jumlah perempuan yang terpilih menjadi anggota parlemen terus meningkat dari pemilu ke pemilu, meskipun saat ini belum mencapai angka 30%," kata  Boediono saat Konsolidasi Nasional Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia, Sabtu, 21 April 2012.Pertemuan itu dihadiri antara lain Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar serta Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Seluruh Indonesia Ratu Hemas.Boediono mengatakan undang-undang bidang politik yang sekarang secara tegas memberikan jaminan terhadap kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam pemilu presiden, pemilu kepala daerah, pemilihan  anggota DPD maupun pemilu legislatif.Undang-Undang ini, kata Boediono, juga mengharuskan keterwakilan perempuan minimal 30% dalam pembentukan dan kepengurusan partai politik, dan dalam daftar calon anggota pemilu legislatif."Dalam era demokrasi ini, peran dan keterlibatan perempuan dalam dunia politik menjadi makin penting," katanya.Saat ini begitu banyak segi kehidupan bangsa ini yang memerlukan andil perempuan maupun sentuhan para ibu mulai dari penyusunan undang-undang hingga kebijakan publik.Menurut Wapres, sangat penting setiap kebijakan yang dibuat di tingkat pusat dan daerah diwarnai dan disemangati oleh perspektif dan kepekaan perempuan, perspektif para ibu.Sekalipun keterwakilan perempuan diharapkan di atas 30%, Wapres mengharapkan bobot pengaruh dan peran perempuan dalam politik di Tanah Air tidak hanya ditentukan oleh segi kuantitas, segi kualitas yang penting.Di bidang legislasi, Wapres mengharapkan anggota dewan perempuan harus aktif dan jeli untuk memajukan dan melindungi hak-hak perempuan."Jangan sampai ada klausul-klausul dalam legislasi di pusat dan di daerah yang justru merugikan kepentingan perempuan dan diskriminatif terhadap perempuan," ujarnya. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top