CLIMATE CHANGE: Pameran & forum perubahan iklim dibuka

JAKARTA: Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, yang juga merupakan Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, membuka 2nd Indonesia Climate Change Education Forum & Expo (ICCEFE) di Balai Sidang Jakarta Convention
News Editor | 19 April 2012 17:07 WIB

JAKARTA: Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, yang juga merupakan Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, membuka 2nd Indonesia Climate Change Education Forum & Expo (ICCEFE) di Balai Sidang Jakarta Convention Center hari ini. Sedikitnya 50.000 pengunjung dan 175 peserta yang mewakili kementerian dan lembaga pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, organisasi nirlaba, institusi pendidikan, lembaga donor, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, komunitas perubahan iklim serta media cetak dan elektronik ditargetkan ikut berpartisipasi dalam forum ini. "Pameran dan forum pendidikan seperti ini perlu didukung dan diberikan ruang yang seluas-luasnya untuk penyebaran informasi dampak dan solusi perubahan iklim," ujarnya. Pameran yang mengusung tema "Response to Climate Change" dan diadakan pada 19-22 April untuk menggerakkan berbagai kalangan turut mengambil peran dalam mengupayakan solusi perubahan iklim."Tidak hanya para pengambil keputusan kunci yang memiliki tanggungjawab terhadap dampak perubahan iklim, namun pelaku bisnis dan industri yang banyak berperan di sektor ekonomi hendaknya dapat berjalan selaras demi mencapai solusi." ujar Agus Purnomo, Kepala Sekretariat DNPI yang juga merupakan Staf Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim. Tingginya antusiasme peserta pameran untuk mengetengahkan pesan edukasi perubahan iklim terlihat melalui padatnya rangkaian kegiatan pendukung seperti seminar, dialog interaktif, bedah buku, dan demo gaya hidup hijau."Sekitar 5.000 siswa akan menghadiri pameran ini. Dengan mengajak keterlibatan The Climate Reality Project Indonesia seperti pada tahun lalu, besar harapan kami aspirasi dari komunitas anak-anak dan kepemudaan yang giat menyuarakan kepedulian perubahan iklim akan lebih tersalurkan," tukas Amanda Katili Niode selaku Koordinator Divisi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Perubahan Iklim.Amanda juga menambahkan minimnya informasi perubahan iklim yang dapat dipahami masyarakat luas adalah tantangan yang harus disikapi oleh semua pihak. Hasil forum ini akan dijadikan masukan penting bagi kajian multidisipliner untuk solusi perubahan iklim yang dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan. (arh) 

Sumber : Aprika R. Hernanda

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top