Situasi memanas, KORSEL pamer rudal ke KORUT

SEOUL: Korea Selatan menggelar rudal-rudal jelajah yang mampu menghancurkan target-target seperti pangkalan-pangkalan rudal dan nuklir di Korea Utara, kata kementerian pertahanan, Kamis.Kementerian itu menyiarkan satu klip video tentang uji coba peluncuran
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 April 2012  |  23:51 WIB

SEOUL: Korea Selatan menggelar rudal-rudal jelajah yang mampu menghancurkan target-target seperti pangkalan-pangkalan rudal dan nuklir di Korea Utara, kata kementerian pertahanan, Kamis.Kementerian itu menyiarkan satu klip video tentang uji coba peluncuran rudal-rudal itu dan mengatakan senjata-senjata itu dapat menghantam "setiap tempat" di Korut."Dengan kemampuan-kemampuan seperti itu, militer kami akan menghukum keras dan menyeluruh provokasi-provokasi serampangan Korut sementara mempertahankan kesiapan kuat kami," kata Mayjen Shi Waon-Sik kepada wartawan.Kementerian itu tidak merinci tentang jaugkauan tembak, tetapi kantor berita Korsel Yonhap mengatakan rudal-rudal baru itu dapat menjangkau lokasi lebih dari 1000 km.Rudal-rudal jelajah tidak tercakup dalam perjanjian Amerika Serikat-Korsel yang membatasi jangauan tembak rudal-rudal balistik Korsel.Korsel menegaskan akan meningkatkan jangkauan tembak itu setelah Korut melakukan pelucuran roket jarak jauh pekan lalu.Dua sekutu itu mengatakan mereka hampir mencapai kesepakatan mengenai perubaan perjanjian tahun 2001 yang membatasi jangkauan tembak rudal balistik Seoul sampai 300 km.AS menggelar 28.500 tentara di Korut dan memberikan "payung" nuklir andaikata terjadi perang. Sebagai imbalannya Seoul setuju membatasi kemampuan rudalnya.Korut memiliki sekitar 600 rudal Scud yang dapat menghantam sasaran-sasaran di Korsel, dan kemungkinan juga mencapai wilayah Jepang dalam beberapa kasus, kata data militer Korsel.Ada 200 rudal Rodong-1 lainnya yang dapat mencapai Tokyo. Selain itu Korut tiga kali melakukan uji coba peluncuran rudal-rudal jarak jauh Taepodong.Peluncuran roket Korut pada 13 April --yang menurut Pyongyang untuk menempatkan satu satelit di orbit-- gagal tetapi Dewan Keamanan PBB "mengecam keras" peluncuran itu. (Antara/AFP/arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top