SEKTOR PERTANIAN tak dilirik investor di Bali

 
Matroji
Matroji - Bisnis.com 18 April 2012  |  18:13 WIB

 

DENPASAR: Badan Penanaman Modal dan Perizinan Bali mencatat investor baik asing maupun dalam negeri masih belum melirik pertanian sebagai sektor primer yang masih perlu dikembangkan mengiringi sektor pariwisata. 
 
Berdasarkan data penanaman modal Bali tahun buku 2011, subsektor pertanian belum mampu memberikan pemasukan 0,2% dari total realisasi sebesar Rp10,65 triliun. Realisasi itu terhitung secara keseluruhan dari penanaman modal asing dan dalam negeri. 
 
Kepala Badan Penanaman Modal Bali Ida Bagus Made Parwata mengatakan investor masih belum melirik pertanian. Padahal, pemerintah sudah mendorong investasi di bidang pertanian dengan memberikan moratorium pembangunan di Bali kawasan selatan. “Namun tampaknya minat investor masih tetap di bidang pariwisata,” katanya  hari ini.
 
Minat investasi di bidang pariwisata yang masih tersentral di Kabupaten Badung, Denpasar dan Gianyar memberikan realisasi sebesar 96% dari total investasi. Adapun sektor sekunder yang diterjemahkan sebagai industri pendukung pariwisata hanya 3,8%. 
 
Secara khusus, lanjutnya, untuk memenuhi sektor primer Bali masih menggantungkan suplai dari Jawa dan daerah lain. Seperti halnya beras, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) hanya mampu memenuhi 1,8% dari prognosa beras sebesar 20.000 ton pada 2011.
 
Kepala Divisi Regional Perum Bulog Bali Sutisna mengatakan untuk periode 2012, Bulog pesimistis dalam menyerap beras di tingkat petani dengan prognosa yang masih sama dengan 2011. Bulog memprediksi pemenuhan sebanyak 3.000 kg per tahun dari petani Bali sudah sangat maksimal.
 
Untuk itu harga beras dan sejumlah pangan lain, sejak dua bulan terakhir masih dalam posisi stabil tinggi. Tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) harga beras C4 di Denpasar pada Februari dan Maret masih Rp46.500 per 5 kg. Adapun IR 64 Tabanan cenderung naik selama Februari hingga awal April menjadi Rp9.000 per kg. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top