GEMPA BANTEN: Harap Waspada, Subduksi Tektonik Selat Sunda Aktif

JAKARTA: Gempa yang terjadi Minggu dini hari pukul 02:26:39 WIB, di KM 95 Barat Daya Kabupaten Pandeglang, Banten, atau Selatan Ujung Kulon, menandakan subduksi tektonik Selat Sunda Aktif.
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 15 April 2012  |  11:34 WIB

JAKARTA: Gempa yang terjadi Minggu dini hari pukul 02:26:39 WIB, di KM 95 Barat Daya Kabupaten Pandeglang, Banten, atau Selatan Ujung Kulon, menandakan subduksi tektonik Selat Sunda Aktif.

 

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang merujuk analisis para pakar gempa bumi ITB, selama 2011 saja telah terjadi beberapa kali gempa yang mirip, yaitu pada 12 Januari 2011 dan 30 Desember 2011.   

"Kejadian gempa-gempa ini membuktikan bahwa subduksi di Selat Sunda secara tektonik aktif. Untuk itu masyarakat harap terus waspada," ujar Sutopo dalam siaran persnya hari ini, Minggu, 14 April, pagi.

 

Gempa Banten tadi malam terjadi pada kedalaman 10 Km, di ujung utara dari bidang kontak dari lempeng Indo-Australia dengan Pulau Jawa, dan merupakan gempa subduksi. Cirinya, jelas Sutopo, terlihat dari arah jurusan gempa yang di atas 300 derajat kedalaman lebih, dari 40 Km dan mekanismenya sesar naik (thrust).

 

Dia menjelaskan, adanya  daerah kekosongan kegempaan (seismic gap) di bagian barat daya (Selat Sunda), berpotensi menghasilkan bencana kembali di masa depan. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan aklibat gempa di Banten tadi malam. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top