Ketika DAHLAN ISKAN salah kamar

ATRAKSI seorang Dahlan Iskan, Menteri BUMN, memang kerap menjadi perhatian publik yang rindu akan pejabat yang bisa bertindak cepat dan to the point.
Marissa Saraswati | 09 April 2012 18:00 WIB

ATRAKSI seorang Dahlan Iskan, Menteri BUMN, memang kerap menjadi perhatian publik yang rindu akan pejabat yang bisa bertindak cepat dan to the point.

 

Siang ini, Senin 9 April 2012, dengan kesigapannya Dahlan menggratiskan kendaraan di pintu tol Ancol Barat karena penuh sesak alias macet.

 

Namun, apa lacur, ternyata pintu Ancol Barat itu bukan lah ruas yang dikelola oleh PT Jasa Marga Tbk, BUMN jalan tol. Pengelola ruas tol tersebut adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk.  Memang, Jasa Marga memiliki saham di CMNP namun jumlahnya tidak lebih dari 5%.

 

Dengan begitu, Dahlan tidak memiliki wewenang untuk ‘memarahi’ CMNP seperti ketika dia melempar kursi di pintu tol Semanggi yang memang dikelola oleh Jasa Marga pada awal Maret. Jadi boleh dibilang  kali ini Dahlan Iskan ‘salah kamar’.

 

Dahlan pun menyadari kesalahannya menggratiskan banyak mobil di pintu tol Ancol Barat siang tadi.

 

Keterangan tertulis yang dikirimkan Kepala Biro Humas dan Protokoler Kementerian BUMN Faisal Halimi,  menyatakan Dahlan mengira pintu tol tersebut di bawah kelolaan Jasa Marga.

 

“Dengan ini saya minta maaf karena menggratiskan banyak mobil yang lewat pintu tol Ancol Barat. Ternyata itu bukan milik Jasa Marga, tapi milik swasta, CMNP. Saya meminta maaf kepada manajemen CMNP karena mengira itu tol milik Jasa Marga,” paparnya.

 

Dahlan mengatakan penggratisan itu dilakukan setelah melihat kemacetan yang disebabkan kurangnya loket pintu tol pada jam-jam tersebut.

 

Dia juga mengatakan bersedia mengganti biaya tol mobil-mobil yang digratiskan tersebut kepada Citra Marga Nusaphala Persada.

 

“Langkah saya itu semata-mata didorong rasa tanggung jawab setelah melihat kemacetan yg luar biasa yang diakibatkan kurangnya loket pintu tol tersebut pada jam-jam seperti itu. Kalaupun permintaan maaf saya dinilai kurang memadai, saya bersedia mengganti biaya tol mobil-mobil yang saya gratiskan tersebut,” ungkapnya.

 

Meskipun demikian, dia tetap mengimbau manajemen emiten berkode saham CMNP untuk menangani pengelolaan jalan tol lebih baik.

 

“Meski minta maaf, saya tetap mengharapkan ada penanganan lebih baik dengan cara menambah loket atau untuk sementara menambah tenaga manusia untuk menjadi ‘loket berdiri’, karena pintu tol tersebut menyebabkan kemacetan yang luar biasa di tiga jurusan sekaligus,” tuturnya. 

 

Dahlan juga menyatakan dia siap kalau diminta mengganti rugi akibat atraksinya menggratiskan jalan tol di pintu Ancol Barat itu.

 

Tentu persoalannya bukan masalah ganti-mengganti yang Dahlan sebut. Atraksi Dahlan yang 'salah kamar' itu nantinya bisa dipersepsikan bahwa pejabat bisa bertindak apa saja meski bukan pada bidang yang menjadi kewenangannya. 

 

Jadi, besok-besok, hati-hati yang Pak Dahlan, jangan 'salah kamar' lagi.

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ HARGA EMAS berada di titik keseimbangan

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Bank Danamon TERGANJAL?

+ Mau beli saham JAGUAR dan LAND ROVER?

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top