HOTEL DI BANDUNG jaga okupansi 50%80%

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 April 2012  |  18:28 WIB

 

BANDUNG: Tren penurunan tingkat hunian kamar hotel di Kota Bandung pada awal tahun sudah bisa diantisipasi kalangan perhotelan, sehingga rerata okupansi sudah di atas 50% pada hari kerja, dan 80% pada akhir pekan.
 
Hal itu, tidak lepas dari promosi yang agresif yang dilakukan kalangan perhotelan terutama hotel bintang. 
 
Nike April, Public Relations Manager Novotel Bandung,  menyatakan sejak pertengahan Januari pihaknya telah melaksanakan berbagai program untuk menghadapi penurunan okupansi.
 
“Awal tahun sudah biasa ada penurunan. Okupansi pada Januari hingga awal April terbilang stabil. Namun jika dibandingkan dengan akhir tahun maupun pertengahan tahun jelas jauh berbeda, “ katanya  hari ini.
 
Dia menjelaskan tingkat hunian pada Januari hingga awal April menunjukan angka rata-rata 50% pada hari biasa, dan di atas 80% pada akhir pekan.
 
Program yang dilaksanakan Novotel Bandung a.l penurunan harga pada Minggu dan Senin untuk menjaga kestabilan okupansi, “Kami berlakukan pada hari-hari tersebut karena kalau akhir pekan sudah pasti penuh,” tambahnya.
 
Selain itu, pihaknya menawarkan paket meeting yang terbilang hemat termasuk kamar menginap, ruang meeting dan paket makanan.
 
“Berbagai program dilakukan juga dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran merek, “ tambahnya.
 
Sementara itu, Tingkat hunian kamar di The Jayakarta Bandung Suite Hotel awal tahun ini menunjukan angka di atas 50%. Pada Januari 61%, Februari 66%, dan Maret 74%. Sedangkan untuk awal bulan ini baru mencapai 51% rerata harian.
 
Adventa Pramushanti, Public Relations Manager The Jayakarta Bandung Suite Hotel & Spa, menyatakan untuk menghadapi penurunan okupansi pada awal tahun, pihaknya membuat beberapa promo rate dan membuat beberapa paket untuk menambah TPK.
 
Saat ini, menuju pertengahan tahun, pihaknya juga menyiapkan beberapa program a.l promo liburan sekolah (15 Juni-15 Juli), promo pada Minggu-Senin yaitu room only (tanpa sarapan) dengan harga sekitar 50% dari harga normal serta program Easter Buffet Dinner dan chef promo pada April hingga Juni.
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat menunjukan okupansi hotel di Jawa Barat secara keseluruhan pada Februari 2012 sebesar 41,58% turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 42,71%.
 
Okupansi hotel kelas bintang per Februari mencapai 49,10%, sedangkan hotel non bintang 34,05%. Penurunan itu, disebabkan oleh turunnya tingkat hunia pada hotel bintang 4 dan bintang 5, sedangkan hotel bintang 1 hingga 3 trennya meningkat.(sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Tisyrin Naufalty Tsani / Dinda Wulandari

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top