NELAYAN TRADISIONAL: Kebutuhan gizi tidak terpenuhi

PADANG: Kondisi ekonomi dan pendapatan nelayan tradisional yang sangat rendah membuat kelompok masyarakat ini sangat sulit memenuhi kebutuhan gizi keluarganya, kata peneliti perikanan dari Universitas Bung Hatta (UBH) Alfian Zein."Konsumsi pangan
News Editor | 03 April 2012 00:17 WIB

PADANG: Kondisi ekonomi dan pendapatan nelayan tradisional yang sangat rendah membuat kelompok masyarakat ini sangat sulit memenuhi kebutuhan gizi keluarganya, kata peneliti perikanan dari Universitas Bung Hatta (UBH) Alfian Zein."Konsumsi pangan sangat ditentukan pola pengeluaran rumah tangga dan dengan kondisi pendapatan nelayan tradisional yang rendah sehingga sulit memenuhi kebutuhan itu," katanya di Padang, Senin.Peneliti dari Program Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH itu mengemukakan pendapatan yang rendah dan jumlah anggota keluarga nelayan tradisional yang besar--rata-rata lima hingga tujuh orang--, maka kemampuan mendapat sumber makanan berprotein dan bergizi sangat rendah pula.Dengan pendapatan yang rendah, lanjut dia, maka orientasi nelayan tradisional diarahkan untuk kebutuhan pangan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan karbohidrat seluruh keluarganya.Alfian menjelaskan hasil penelitian menunjukkan konsumsi energi dan protein anak balita keluarga nelayan tradisional ke kawasan Muara Angke, Jakarta, masih berada di bawah angka berkecupan.Kondisi yang sama juga terjadi di sebagian besar wilayah pesisir pantai di Indonesia, tambahnya.Implikasi dari kondisi ini, menurut dia, mengakibatkan kualitas hidup keluarga nelayan tradisional sangat rendah dan dari catatan terakhir Kementerian Kesehatan RI menunjukkan kelompok masyarakat ini banyak menderita marasmus (busung lapar).Ia mengatakan, jika kondisi ini dibiarkan, akan menyebabkan generasi masa depan dari keluarga nelayan tradisional menjadi tidak bermutu.Hal ini mengkhawatirkan sumber daya manusia (SDM) di kawasan pesisir akan kehilangan generasi yang berkualitas pada masa depan, katanya.Menurut dia, permasalahan yang terjadi adalah bagaimana strategi keluarga nelayan tradisional terutama peran kaum wanitanya dalam memperkokoh ekonomi guna memenuhi kebutuhan pangan dan kecukupan gizi rumah tangganya.Akan tetapi, hingga saat ini belum banyak informasi atau data yang menunjukkan peran wanita nelayan tradisional tersebut, katanya.Oleh karena itu, diperlukan penelitian mendalam guna memperoleh data yang akurat dan merumuskan langkah-langkah intervensi yang strategis untuk penanggulangan masalah ekonomi rumah tangga, pangan, dan pemenuhan gizi keluarga nelayan tradisional, demikian Alfian Zein. (Antara/arh)

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top