KOTA MALANG raih hibah Rp19,9 miliar via PNPM

 
News Editor | 03 April 2012 20:39 WIB

 

MALANG: Kota Malang mendapatkan dana hibah Rp19,9 miliar lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) untuk proyek sanitasi.
 
Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Malang Jarot Edi Sulistyono  mengatakan proyek sanitasi tersebar di seluruh Kota Malang. Setiap kelurahan mendapatkan alokasi Rp350 juta.
 
“Hibah tersebut sebagai reward dari pemerintah karena selama tiga tahun berturut-turut kami dinilai baik dalam memanfaatkan dana PNPM,” katanya hari ini.
 
Penilaian bahwa Kota Malang baik dalam melaksanakan program yang didanai PNPM, yakni laporan pertanggungjawabannya baik, tunggakan dana bergulir terus menurun, dan laporan keuangan baik.
 
Salah satu bentuk kegiatan yang didanai PNPM, kata dia, bedah rumah. Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak 2007. Setiap tahun sebanyak 250 unit rumah dibedah.
 
Dengan demikian,  sebanyak 1.250 unit rumah yang tidak layak huni di Kota Malang telah dibedah dari dana PNPM. Pada 2012 juga akan dibedah rumah yang tidak layak huni di Kota Malang sebanyak 250 unit.
 
“Rumah yang harus dibedah tentu lebih banyak lagi. Asumsinya, jumlah keluarga miskin masih sebanyak 26.000 lebih menempati rumah yang kurang layak huni,” katanya.
 
Biaya perbaikan masing-masing rumah tidak layak huni tersebut, lanjut dia, bervariasi. Namun kalau dirata-ratakan mencapai Rp15 juta per unit rumah.
 
Pada 2012, kata dia, Kota Malang mendapatkan alokasi dana PNPM sebanyak Rp8,2 miliar. Dana sebesar itu diperuntukkan kelompok kegiatan pembinaan manusia, usaha, dan lingkungan.
 
Pembinaan manusia diimplementasikan dalam program-program latihan, sedangkan bina usaha pada pemberdayaan usaha kecil mikro, dan bina lingkungan berupa kegiatan fisik lingkungan.
 
Dia akui, dana sebesar itu sebagian besar dialokasikan untuk bina lingkungan. Proporsinya mencapai 75%. Sisanya untuk bina usaha dan pelatihan-pelatihan.
 
Masyarakat—melalui Badan Keswadyaan Masyarakat (BKM)—lebih senang memilih kegiatan bina lingkungan daripada kegiatan lain karena tersebut langsung dapat dirasakan masyarakat.
 
Bentuknya, berupa terbukanya lapangan kerja. Proyek fisik yang didanai PNPM banyak menyerap tenaga kerja memang didesai seperti itu, yakni proyek tersebut harus menggunakan teknologi sederhana dan padat karya.
 
Dana PNPM 2012, ucap Jarot, sudah ada di bank. BKM yang sudah mengerjakan kegiatannya dan ada pertangungjawaban, maka dananya dapat dicairkan. 
 
Menurut dia, penyaluran dana lewat PNPM berdampak nyata pada penurunan angka kemiskinan di Kota Malang. Jika pada awal 2008 angka kemiskinan di kota tersebut mencapai 26.734 kepala keluarga, maka sampai akhir 2011 turun 6%.
 
Penurunan angka kemiskinan tersebut, kata dia, juga karena ada sinergitas kegiatan yang didanai Pemkot Malang lewat dana APBN berupa hibah untuk kelurahan sebesar Rp500 juta per tahun. (sut)

Sumber : Choirul Anam

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top