INVESTASI DI JABAR: 18 Izin sektor industri & perdagangan masih terhambat

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 03 April 2012  |  15:57 WIB

 

BANDUNG: Badan Pelayanan Perizinan Terpadu  (BPPT) Jabar menargetkan dapat menyelesaikan 18 jenis izin yang masih terhambat, karena kurangnya sinergitas BPPT dan organisasi perangkat daerah yang ada.
 
Kepala BPPT Jabar A. Sofyan Sastrawiria mengatakan pihaknya terkendala koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam mengurus 18 jenis izin yang belum keluar tersebut.
 
"Kendalanya di sana harus ada sinergita, karena 18 jenis izin yang belum selesai itu masih ada di OPD. Sekarang harus disatukan melalui BPPT, "katanya  hari ini.
 
Dia mengemukakan dari 18 izin tersebut mayoritas berasal dari sektor industri dan perdagangan, serta penanaman modal. "Mudah-mudahan tahun ini selesai dengan lebih bersinergi bersama OPD," ujarnya.
 
Sejak berdiri pada 2009 lalu,  izin dan non  izin yang sudah diterbitkan BPPT Jabar sendiri sudah mencapai 19.848 izin.
 
Dia mengemukakan semenjak perizinan menggunakan sistem satu pintu membawa dampak positif bagi perekonomian Jabar. Salah satunya, peningkatan investasi dari penanaman modal dalam negeri.
 
Data Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar menunjukkan, terjadi peningkatan realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di provinsi tersebut selama tiga tahun terakhir. 
 
Pada 2010, nilai investasi PMDN Jabar Rp11,3 triliun dengan 46 proyek, kemudian meningkat jadi Rp7,3 triliun dengan 150 proyek pada tahun lalu.
 
Sofyan mengemukakan biasanya penerbitan izin untuk kegiatan penanaman modal memakan waktu sekitar 14 hari, kecuali izin tersebut untuk sektor strategis, seperti lingkungan hidup. Terkadang investasi yang tergolong mega proyek akan bersinggungan dengan lingkungan hidup yang membuat proses perizinan berlarut.
 
“Izin yang kami terbitkan juga mengedepankan aspek pengendalian lingkungan, tidak hanya investasi.  Yang menyangkut alih fungsi lahan hutan durasi izin atau rekomendasinya akan lama,” katanya.
 
Dongkrak investasi
 
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat Agung Suryaman Sutisno mengatakan pelayanan perizinan dengan sistem satu pintu mampu menarik minat para calon investor untuk menanamkan modalnya di Jabar.
 
Menurut dia, proses perizinan yang cepat, mudah, dan murah bisa meningkatkan jumlah investasi yang ditargetkan pemerintah pada tahun ini.
 
“Peran pemerintah sebagai regulator dan fasilitor ini sangat penting, pemerintah harus bisa memberikan pelayanan terbaik sehingga laju pertumbuhan ekonomi bisa meningkat secara signifikan,” katanya.
 
Selain itu, dia juga mengatakan penanaman modal sebaiknya lebih mengutamakan para calon investor dalam negeri.
 
Dia beralasan investor dalam negeri mampu memberikan kontribusi yang lebih dalam menyerap tenaga kerja dibandingkan dengan investor luar negeri.  (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari / Ringkang Gumiwang

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top