Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS IM2: Dirut Indosat Mega Media jadi tersangka?

JAKARTA: Kejaksaan Agung sudah menyatakan salah seorang petinggi PT Indosat Mega Media menjadi tersangka dugaan korupsi dalam penyalahgunaan pita frekuensi 2,1 Ghz yang berpotensi merugikan keuangan negara Rp3,8 triliun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Januari 2012  |  19:45 WIB

JAKARTA: Kejaksaan Agung sudah menyatakan salah seorang petinggi PT Indosat Mega Media menjadi tersangka dugaan korupsi dalam penyalahgunaan pita frekuensi 2,1 Ghz yang berpotensi merugikan keuangan negara Rp3,8 triliun.

 

Namun, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Noor Rachmad, hanya menyebut petinggi PT IM2 itu dengan inisial IA. Menurut catatan Bisnis, ada satu petinggi IM2 yaitu direktur utamanya yang memiliki inisial IA; Indar Atmanto.

 

Kemarin, ketika Bisnis menghubungi Indar lewat layanan pesan singkat yang bersangkutan mengaku belum bisa memberikan tanggapan. “Saya harapkan pengertiannya kalau saya tidak bisa memberikan tanggapan kepada media,” ujarnya melalui pesan layanan singkat.

 

Kasus ini bermula ketika LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI) yang dipimpin oleh Denny AK melaporkan dugaan penyalahgunaan jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 GHz/3G yang dilakukan Indosat dan IM2 ke Kejati Jawa Barat.

 

Namun, karena locus delicti-nya tidak hanya di Jawa Barat, penyelidikan kasus ini diambil alih oleh Kejagung.

 

Kemarin, penyidik dari Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung sudah menggeledah kantor PT Indosat Mega Media di Jalan Kebagusan Raya Nomor 21 Jakarta Selatan terkait dugaan korupsi dalam penyalahgunaan pita frekuensi 2,1 Ghz yang berpotensi merugikan keuangan negara Rp3,8 triliun.

 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Noor Rachmad, di Jakarta Rabu 25 Januari, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan penyidik dari Pidsus Kejagung bersama jaksa dari Kejaksaan Negeri Barat.

 

"Penggeledahan itu dilakukan sejak pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB dengan dipimpin Jaksa Andi Herman," kata Noor.

 

Hasilnya, kata dia, penyidik berhasil menyita 24 jenis dokumen yang terdiri dari dokumen laporan keuangan, perizinan dan akta-akta terkait kasus tersebut. (ea)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sutan Eries Adlin

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top