Antisipasi banjir, Batu hijaukan hutan kota

BATU: Mengantisipasi terjadinya bahaya banjir dan tanah longsor, Pemkot Batu melakukan penghijauan di kawasan hutan kota. Tak kurang 2.400 pohon yang berasal dari Pemkot Batu di tanam di wilayah strategis tersebut.Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 Desember 2011  |  17:01 WIB

BATU: Mengantisipasi terjadinya bahaya banjir dan tanah longsor, Pemkot Batu melakukan penghijauan di kawasan hutan kota. Tak kurang 2.400 pohon yang berasal dari Pemkot Batu di tanam di wilayah strategis tersebut.Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Batu, Sugeng Purwanto, mengatakan pohon yang ditanam tersebut terdiri dari jenis tanaman keras maupun buah-buahan.“Penanaman 2.400 pohon tersebut dilakukan secara simbolis dalam aksi penghijauan yang dipusatkan di Desa Torongrejo,” kata Sugeng di Batu hari ini.Sedangkan untuk kebutuhan menanam di wilayah hutan kota dan lahan kritis yang ada di Kota Batu utamanya kawasan Sumber Brantas yang menjadi hulu Sungai Brantas memerlukan tak kurang 83.000 bibit pohon.Bibit pohon tersebut meliputi Mahoni, Sengon, Jabon, dan Suren. Sedangkan untuk tanaman buahnya adalah Alpukat, Nangka, Kesemuk dan Durian. Pohon tersebut berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sebanyak 59.000 pohon dan sisanya dari Pemkot Batu.Pemkot Batu sendiri, ujarnya, telah sepakat untuk terus mendukung gerakan penghijauan. Salah satu bentuknya  dengan memberikan alokasi anggaran lingkungan hidup lebih besar dari sebelumnya.“Oleh karena itu seluruh  warga Kota Batu diminta untuk ikut mendukung langkah tersebut.”Apalagi saat ini iklim telah berubah. Kondisi tersebut juga dialami oleh  Kota Batu akibat faktor global warming. Dan solusinya untuk masalah tersebut adalah dengan melakukan penghijauan.Wakil Wali Kota (Wawali) Batu, H.A. Budiono, mengungkapkan kondisi Kota Batu yang berada di wilayahpegunungan memang sudah sepatutnya menggencarkan aksi penghijauan.“Karena kalau kita mengabaikan penghijauan (reboisasi) biaya untuk reklamasi akan jauh lebih besar. Tentu saja kami tidak ingin hal ini sampai terjadi di Batu. Jadi seluruh lapisan masyarakat  harus terlibat aktif dalam melakukan penghijauan di wilayahnya masing-masing,” tambah dia.Diharapkan, aksi sosial menanam pohon juga rutin dilakukan oleh masyarakat. Terutama pada saat musim penghujan seperti sekarang ini yang rentan terhadap ancaman longsor dan banjir.Tentunya, tidak hanya menanam saja, namun peran serta masyarakat dalam melakukan perawatan juga diharapkan selalu tumbuh. Mengingat pemkot mempunyai keterbatasan anggaran untuk perawatan. Sehingga ke depan kelestarian lingkungan di Kota Batu selalu terjaga. Seperti era Batu dulu yang dikenal sejuk dan hijau. (K24/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi`i

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top