Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatim siapkan pabrik gula baru

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 November 2011  |  19:30 WIB

 

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap membuka investasi pendirian sejumlah pabrik gula (PG) baru, meskipun di provinsi tersebut telah beroperasi 31 PG dan minat petani membudidayakan tebu mengalami penurunan.
 
Asisten II Pemprov Jatim Hadi Prasetyo mengatakan sebanyak delapan investor telah mengajukan pendirian delapan PG di berbagai kabupaten di provinsi tersebut. 
 
"Kami tetap terbuka dengan masuknya investor untuk mendirikan PG, tetapi mesin yang digunakan harus efisien dan menghasilkan rendemen minimal 8% agar menguntungkan petani tebu," ujarnya di sela-sela loka karya BUMN Gula: Hidup atau Mati? hari ini.
 
Menurut Hadi, untuk mendukung kebutuhan bahan baku tebu bagi sejumlah PG baru itu dikembangkan lahan baru di wilayah Madura, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan. Di kawasan tersebut terdapat areal 120.000 hektare berlokasi di sekitar hutan.
 
Lahan non-tradisional (bukan areal tebu) itu diketahui dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan tebu varietas PSJT 127 yang dihasilkan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. 
 
Varietas baru tersebut tahan cuaca kering dan telah dikembangkan di areal seluas 200 hektare di Madura.
 
"Jatim masih layak ditambah sejumlah PG baru kendati telah terdapat 31 PG [milik BUMN]. PG-PG yang sudah tua ini perlu direvitalisasi agar efisien," paparnya.
 
Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil menyatakan revitalisasi pabrik gula perlu segera dilakukan, supaya petani tetap bersemangat mendukung program swasembada gula nasional yang berdaya saing.
 
Menurut dia, minat petani di Pulau Jawa dalam menanam tebu tahun ini mengalami penurunan, karena tebu rendemen tebu di satu PG berbeda dengan PG lainnya. 
 
"Banyak petani mendongkel tebu dan mengganti dengan komoditas lainnya, diperkirakan areal tebu pada 2012 berkurang sekitar 30%," paparnya.
 
Arum meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk segera meninjau kondisi PG-PG tua milik BUMN sekaligus membenahinya agar efisien, sehingga produksi gula nasional dapat ditingkatkan mencapai level swasembada.(sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A Chevny

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top