Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan semen ke Mataram seret

MATARAM: Sejak 3 pekan terakhir di Mataram terjadi kelangkaan semen yang diduga akibat tersendatnya proses pengiriman karena kapal antre pembongkaran di pelabuhan setempat.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 November 2011  |  12:51 WIB

MATARAM: Sejak 3 pekan terakhir di Mataram terjadi kelangkaan semen yang diduga akibat tersendatnya proses pengiriman karena kapal antre pembongkaran di pelabuhan setempat.

Data yang dihimpun Bisnis dari sejumlah di distributor semen di Mataram, Nusa Tanggara Barat (NTB) rata-rata mengatakan kelangkaan semen akibat ada hambatan pengiriman, hal itu terjadi juga dikatakan ada gangguan mesin saat di laut, meski seharusnya kondisi ini tidak berlangsung lama.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Ulayati Ali ketika dikonfirmasi membenarkan jika diwilayahnya memang terjadi kelangkaan semen, tepatnya sekitar tiga pekan terakhir.

Hingga hari ini, belum ada penjelasan resmi dari pabrikan tentang hal ini. Namun dari kalangan distributor diperoleh keterangan bahwa kelangkaan itu terjadi karena masih menunggu antri untuk bongkar semen di pelabuhan.

Ulayati memaparkan pada periode September, berdasar data yang dihimpun dari distributor semen Tonasa, Tiga Roda dan Bosowa tercatat ada semen yang masuk ke Lombok mencapai 365.043 ton. Jumlah ini mengalami penyusutan pada November yang hanya berjumlah 50.329 ton.

“Sore ini, akan diadakan pertemuan antara pihak Disperindag dengan empat distributor semen, yakni distributor Bosowa, Tonasa, Tiga Roda dan Semen Gresik, agar diperoleh kejelasan penyebab langkanya semen di pasaran,” katanya.

Sementara, ketika ditelusuri di lapangan, Bisnis memang menemukan kalau stok semen benar-benar kosong di berbagai toko bangunan yang tersebar di Mataram. Beberapa pedagang mengeluh semen sudah tidak didapati lagi mulai awal November.

“Sudah lama semen tidak dikirim lagi. Sudah tiga minggu lebih toko dikirim semen, karena alasannya ada gangguan kiriman. Padahal hampir tiap hari ada saja orang yang mencari, tapi bagaimana lagi, semen memang sudah langka,” keluh Susanah Wong, pemilik sebuah toko bangunan di Cakranegara.

Dia menambahkan biasanya tokonya mendapat pasokan minimal 100 zak per bulan. Kalau lagi ramai, bahkan bisa menjual hingga 200 zak ke masyarakat Cakranegara dan sekitarnya. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Tri Vivi Suryani

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top