Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dicari, agen penjual sukuk ritel seri 004

JAKARTA: Pemerintah mulai mencari agen penjual surat berharga syariah negara ritel atau sukri seri 004 melalui mekanisme lelang terbuka.Atas jasa memasarkan Sukri 004 di pasar perdana tersebut, pemerintah akan memberikan komisi atau fee sebesar 0,45%
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 29 November 2011  |  17:57 WIB

JAKARTA: Pemerintah mulai mencari agen penjual surat berharga syariah negara ritel atau sukri seri 004 melalui mekanisme lelang terbuka.Atas jasa memasarkan Sukri 004 di pasar perdana tersebut, pemerintah akan memberikan komisi atau fee sebesar 0,45% dari nilai nominal hasil penjualan sukri oleh agen penjual (sudah termasuk PPN 10%).Berdasarkan pengumuman yang dipublikasikan Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, lelang tersebut terbuka untuk bank umum dan perusahaan efek yang telah mengantongi izin usaha.Pendaftaran dan pengambilan dokumen bagi para calon agen penjual bisa dilakukan mulai hari ini sampai dengan 9 Desember 2011. Pemerintah menargetkan agen penjual Sukri 004 sudah ditetapkan pada 4 Januari 2011.Direktur SBSN Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Dahlan Siamat mengatakan belum bisa menyebutkan target indikatif dari penerbitan Sukri 004 tersebut. "Penentuan target indikatif Sukri didasarkan pada target penjualan yang disampaikan oleh agen penjual yang ditunjuk," katanya singkat kepada Bisnis, sore ini.Sementara itu, menurut Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto, Sukri 004 diperkirakan akan terbit pada awal Maret 2012.Sukuk ritel pertama kali diterbitkan pemerintah pada 25 Februari 2009 senilai Rp5,56 triliun sedangkan penerbitan Sukri kedua dilakukan pada 2010 dengan total penerbitan Rp8,03 triliun atau naik 267,77% dari target awal Rp3 triliun. Adapun penerbitan Sukri tahap ketiga dilakukan pada awal 2011 dengan total penerbitan Rp7,34 triliun.Kasubdit Keuangan dan Pasar Sukuk Ditjen Pengelolaan Utang, Restianti, pernah mengungkapkan jika perdagangan Sukuk di pasar sekunder saat ini belum likuid seperti surat utang negara (SUN). Hal itu disebabkan oleh jumlah outstanding sukuk yang saat ini relatif masih kecil."Menurut riset konsultan dari Jepang, paling tidak outstanding Sukuk harus Rp133 triliun untuk bisa likuid," ujarnya belum lama ini. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top