Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres: Karyawan paling banyak mati kena AIDS

 
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 27 November 2011  |  13:09 WIB

 

JAKARTA: Wapres Boediono mengungkapkan diperlukan kerja keras untuk memberantas penyakit HIV/AIDS di Indonesia karena masih ada 10 orang per hari meninggal akibat virus tersebut.
 
"Jumlah orang meninggal akibat AIDS di Indonesia saat ini masih signifikan, yaitu sekitar 3.000-5.000 orang per tahun atau sekitar 10 orang yang meninggal setiap hari akibat AIDS," katanya pada peringatan Hari AIDS Sedunia di Monas, Jakarta, hari ini.
 
AIDS atau acquired immune deficiency syndrome merupakan penyakit yang timbul akibat terserangnya sistem kekebalan tubuh oleh virus HIV (human immunodeficiency virus). HIV/AIDS masih menjadi penyakit mematikan di dunia.
 
Setiap negara memperingati hari AIDS untuk mengingatkan bahaya penyakit ini sekaligus memberantasnya. Peringatan Hari AIDS Sedunia kali ini mengambil tema “Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV dan AIDS”.
 
Wapres menyebutkan angka prevalensi di Indonesia memang masih rendah yaitu 0,17% dari seluruh penduduk, tetapi statistik mencatat bahwa jumlah yang terkena infeksi baru masih meningkat. Hal ini karena upaya pencapaian sasaran untuk pencegahan terhadap virus ini belum optimal.
 
Statistik juga menunjukkan penderita AIDS yang memperoleh akses kepada obat antiretroviral belum mencapai 40% dari seluruh penderita.
 
"Kemajuan memang telah ada, tetapi upaya dan kerja keras masih harus kita lakukan untuk mencapai sasaran MDG’s 2015 di bidang ini, dan untuk menghapus HIV/AIDS di Tanah Air," katanya.
 
Jika dilihat dari jumlah terinfeksi HIV dan yang sudah terkena AIDS menurut pekerjaannya pada 2011, tenaga nonprofesional atau karyawan menempati urutan tertinggi yaitu 283 orang, ibu rumah tangga 147 orang, wirausaha 139 orang, serta tenaga profesional nonmedis 39 orang.
 
Jumlah penderita HIV dan AIDS, menurut faktor risiko tertinggi oleh heteroseksual (651 orang), diikuti penggunaan narkoba suntik (431 orang) serta biseksual (39 orang).
 
Menurut Boediono, diperlukan peningkatan akses penderita terhadap fasilitas kesehatan untuk mengurangi tingkat kematian. Selain itu, dibutuhkan juga mobilisasi dana dari semua pihak untuk membantu penderita kurang mampu. (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top