Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina & Telkom jalin aliansi ramah lingkungan

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk memanfaatkan produk ramah lingkungan dan hemat energi sebagai salah satu bentuk sinergi kedua perusahaan menuju perusahaan ramah lingkunga.Kerjasama green
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 24 November 2011  |  19:17 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk memanfaatkan produk ramah lingkungan dan hemat energi sebagai salah satu bentuk sinergi kedua perusahaan menuju perusahaan ramah lingkunga.Kerjasama green company tersebut dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan dan Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Kantor Pusat Pertamina, hari ini.Nota kesepahaman tersebut akan ditindaklanjuti dalam bentuk pemanfaatan MUSIcool, yang merupakan refrigerant hidrokarbon yang diproduksi Pertamina. Dalam kerja sama ini, MUSIcool akan dimanfaatkan di seluruh wilayah kerja Telkom dan diyakini bisa menghemat biaya listrik perusahaan BUMN telekomunikasi itu hingga 20%.Vice President Corporate Communications PT Pertamina (Persero) M. Harun mengatakan kerjasama ini sejalan dengan himbauan sinergi BUMN yang dituangkan dalam Instruksi Menteri BUMN Nomor KEP-109/MBU/2002 Tentang Sinergi Antar Badan Usaha Milik Negara serta mendukung Pertamina dan Telkom mewujudkan gerakan menuju green company.“Penggunaan MUSIcool di seluruh wilayah kerja Telkom akan mendukung Telkom menuju green company. MUSIcool merupakan refrigerant hidrokarbon yang tidak merusak ozon seperti refrigerant sintetik lainnya (freon) sehingga ramah lingkungan,” katanya.Penggunaan MUSIcool di seluruh wilayah kerja Telkom juga sejalan dengan berbagai kebijakan internasional maupun nasional mengenai upaya penghapusan bahan – bahan kimia perusak ozon seperti Protokol Montreal, Amandemen Beijing, UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.Selain itu, dengan kerjasama ini kedua perusahaan telah ikut andil dalam upaya percepatan penghapusan hydrochlorofluorocarbons (HCFC) di negara-negara berkembang yang tertuang dalam Keputusan MOP 19 yang menargetkan penghapusan konsumsi HCFC terhadap target baseline 2013 yaitu sebesar 10% pada tahun 2015 dan 35% pada 2020.Harun mengharapkan penggunaan MUSIcool oleh perusahaan sebesar Telkom juga turut membantu memperkenalkan produk MUSIcool kepada perusahaan-perusahaan lain sehingga kerjasama tersebut bisa mendongkrak penjualan MUSIcool di masa mendatang.“MoU ini juga memungkinkan adanya kerjasama-kerjasama bisnis lainnya diantara kedua Pertamina dan Telkom dengan saling memanfaatkan produk hasil kedua belah pihak. Diharapkan dengan adanya MoU ini akan mengingkatkan keuntungan kedua pihak dan sinergi antar BUMN dapat terwujud.”Operation Vice President Public Relations Telkom Agina Siti Fatmah menambahkan pemanfaatan refrigerant hidrokarbon Pertamina akan digunakan untuk mendinginkan gedung dan alat produksi yang dimiliki Telkom.Dia menjelaskan agar perangkat dan infrastruktur telekomunikasi bekerja secara optimal diperlukan suhu yang tetap dingin, yaitu sekitar 22-24 derajat Celcius.Berdasarkan survey, komponen terbesar beban listrik operator telekomunikasi 73% sites (perangkat infrastruktur), 46% diantaranya untuk Air Conditioners (AC). Beban biaya listrik yang harus dibayar Telkom untuk menjalankan alat pendingin tersebut semakin meningkat seiring adanya kebijakan kenaikan tarif dasar listrik.“Potensi penghematan daya listrik bila menggunakan refrigerant hidrokarbon cukup besar yakni mencapai 15-20%,” kata Agina.Mengingat manfaat dan penghematan yang dapat dilakukan dengan menggunakan bahan pendingin (refrigerant) hidrokarbon tersebut, Telkom telah membuat peta konversi dan implementasi retrofit ke refrigerant hidrokarbon secara nasional yang mencakup Telkom dan anak-anak perusahaan.Agina menambahkan dalam rangka hemat energi dan penggunaan produk ramah lingkungan sejak beberapa waktu lalu, Telkom melalui anak usaha Telkomsel telah mengoperasikan BTS (Base Transceiver Stations) energi alternatif di antaranya energi sinar matahari, mikrohidro dan  fuel cell.“Telkom sadar keberlangsungan bisnis harus selaras dengan kelestarian alam. Lewat karya anak negeri dan sinergi antar BUMN, inovasi Green Technology terus diciptakan,” katanya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top