Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatim masih surplus beras

SURABAYA: Jawa Timur masih surplus beras kendati stok di sejumlah gudang bulog di provinsi itu dikabarkan kosong, sementara potensi panen masih mencapai 350.000 ton gabah kering giling.Dinas Pertanian Jawa Timur Wibowo Eko Putra membantah keras jika
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 23 November 2011  |  15:20 WIB

SURABAYA: Jawa Timur masih surplus beras kendati stok di sejumlah gudang bulog di provinsi itu dikabarkan kosong, sementara potensi panen masih mencapai 350.000 ton gabah kering giling.Dinas Pertanian Jawa Timur Wibowo Eko Putra membantah keras jika daerahnya dikatakan krisis beras karena menurut dia komoditas tersebut masih surplus.Pada bulan ini, kata dia potensi areal panen Jatim masih tercatat 64.000 hektare lebih atau sekitar 350.000 ton lebih gabah kering giling.Sementara itu bulan depan areal panen di Jatim diperkirakan mencapai 296.000 ton gabah kering giling. “Jadi dua bulan ujung tahun 2011 ini total produksi beras Jatim masih sekitar 420.000 ton beras, ” ujar hari ini.Dengan begitu Jatim masih surplus beras sekitar 4,1 juta ton, karena konsumsi beras di provinsi itu rata-rata hanya sekitar 3,42 juta ton lebih.Kalau di Bulog stoknya kosong, kata dia barangkali karena tidak dapat melakukan pembelian ke petani akibat harga komoditas itu di pasaran relatif tinggi.Sebenarnya, kata dia, Bulog bisa saja melakukan pembelian beras petani berdasarkan Inpres Nomor 8 tahun 2011.Inpres itu, kata Wibowo, menyebutkan kalau harga pasar lebih tinggi dari HPP (Harga Pembelian Pemerintah), Bulog bisa membeli beras petani dengan harga yang lebih tinggi dari HPP dengan memperhatikan harga pasar yang dicatat BPS.Surplus beras di Jatim juga bisa dibuktikan  dari hasil transaksi  di pasar lelang komoditi k-87 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim belum lama ini.Berdasarkan catatan instansi tersebut pembelian beras mendominasi sebesar 46,64% dari total penjualan sebesar  Rp16,94 miliar.“Biasanya menjelang akhir tahun beras Jatim banyak dicari pembeli dari luar daerah termasuk pedagang di Pasar Induk Kramajati Jakarta,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Arifin T Hariadi di Surabaya hari ini.Total volume beras yang terjual sebanyak 1.094 ton dengan harga jualnya antara Rp6.400-Rp12.000 per kg.Transaksi terbesar kedua disumbang  penjualan cabai merah keriting senilai Rp2,55 miliar atau 15,05% dari total transaksi. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top