Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jawa Timur kekurangan sapi perah

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 November 2011  |  14:33 WIB

 

SURABAYA: Jawa Timur membutuhkan tambahan sapi perah dewasa/induk laktasi sedikitnya 15.400 ekor guna memenuhi kekurangan industri pemroses susu (IPS) di provinsi tersebut atas bahan baku susu segar 231.000 liter per hari.  
 
Kepala Bidang Agribisnis Dinas Peternakan Jawa Timur Maskur menyebutkan sejumlah IPS yang beroperasi di provinsi tersebut membutuhkan bahan baku susu segar rata-rata 1,6 juta liter per hari. Sementara itu pasokan dari kalangan peternak sapi perah hanya 1,369 juta liter per hari. 
 
Susu segar sebanyak itu dihasilkan atas kepemilikan sapi perah sebanyak 231.408 ekor yang tersebar di 10 kabupaten/kota, sebagian besar terdapat di Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Tulungagung, dan Kota Batu.
 
"Industri pengolahan susu di Jatim saat ini masih membutuhkan tambahan bahan baku susu segar 231.000 liter/hari, sehingga perlu 15.400 ekor sapi dewasa/induk laktasi dengan asumsi produksi 10 liter/ekor per hari dengan jangka laktasi 305 hari," ujarnya hari ini.
 
Perkembangan populasi sapi perah di Jatim selama lima tahun terakhir terus naik dari tahun ke tahun, di mana pada 2006 tercatat 136.497 ekor menjadi 231.408 ekor pada 2010.
 
Kenaikan populasi ternak tersebut diikuti peningkatan volume produksi susu segar dari 669.000 liter/hari pada 2006 menjadi 1,369 juta liter/hari tahun lalu.
 
Menurut Maskur, dari total produksi susu segar sebanyak itu, di antaranya 1,150 juta liter per hari diserap kalangan IPS dan sisanya dikonsumsi langsung oleh masyarakat.
 
"Peternakan sapi perah di Jatim masih menghadapi permasalahan antara lain tingkat populasi masih rendah, skala kepemilikan sapi belum ekonomis (tingkat keekonomian empat ekor per kepala keluarga) dan akses peternak ke lembaga perbankan masih rendah," paparnya.
 
Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah IPS di Jatim melakukan impor bahan baku dari beberapa negara antara lain PT Nestle Indonesia yang mengoperasikan pabrik di Kejayan, Kab. Pasuruan. 
 
Perusahaan multinasional itu awal tahun ini menaikkan kapasitas produksi menjadi satu juta liter per hari, tetapi pasokan dari peternak hanyua 660.000 liter per hari. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A Chevny

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top