Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komite gagal capai kesepakatan penanganan utang AS

WASHINGTON: Komite Khusus Kongres AS gagal mencapai kesepakatan soal penanganan defisit sekaligus memperpanjang kebuntuan sampai Pemilu 2012 yang dikhawatirkan membuat perpanjangan kebijakan stimulatif menjadi lebih sulit seperti pengurangan pajak penghasilan,
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 22 November 2011  |  07:13 WIB

WASHINGTON: Komite Khusus Kongres AS gagal mencapai kesepakatan soal penanganan defisit sekaligus memperpanjang kebuntuan sampai Pemilu 2012 yang dikhawatirkan membuat perpanjangan kebijakan stimulatif menjadi lebih sulit seperti pengurangan pajak penghasilan, yang pada akhirnya dapat mengganggu perekonomian AS.

 

Presiden Barack Obama menyalahkan kubu Republik dan mengatakan di Gedung Putih bahwa mereka menolak untuk mendengarkan penjelasan dan enggan untuk berkompromi.

 

Ketua Komite Khusus Jeb Hensarling dari kubu Republik dan Senator Patty Murray dari Demokrat mengatakan bahwa setelah bulan-bulan yang sulit, kami menyampaikan bahwa tidak mungkin untuk membuat kesepakatan antara dua kubu (Republik dan Demokrat) sebelum masa kerja Komite berakhir.

 

Standard & Poor’s tetap memberikan peringkat utang AS AA+ usai pengumuman yang disampaikan Hensarling dan Murray.

 

Kinerja saham di Wall Street masih memerah seiring dengan perkembangan penanganan utang di AS dan Eropa yang masih lambat.

 

Anjloknya harga-harga komoditas juga ikut menyeret aksi jual pada saham-saham sektor industri dan energi. Namun volume perdagangan lebih rendah dari rata-rata dengan investor memilih untuk duduk menunggu di tengah semua ketidakpastian.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top