Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fahmi tak terima pernyataan Busyro

JAKARTA: Mantan Menperin Fahmi Idris mengaku tidak terima dengan pernyataan Ketua KPK Busyro Muqoddas yang menyatakan menteri dari partai politik banyak mengambil uang negara untuk kepentingan parpol.Fahmi merasa tersingung dengan pernyataan Busyro.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 November 2011  |  12:45 WIB

JAKARTA: Mantan Menperin Fahmi Idris mengaku tidak terima dengan pernyataan Ketua KPK Busyro Muqoddas yang menyatakan menteri dari partai politik banyak mengambil uang negara untuk kepentingan parpol.Fahmi merasa tersingung dengan pernyataan Busyro. Fahmi mendatangi kantor KPK pada hari ini untuk menemui Busyro. Fahmi mengetahui pernyataan Busyro tersebut dari salah satu media cetak."Tadi saya menanyakan dia [Busyro] mengenai pernyataan soal menteri asal parpol menjadi sumber korupsi, saya tidak terima. Mestinya dia mengategorikan mana menteri parpol yang korup dan yang tidak, saya jelas-jelas bersih,"  ujarnya kepada pers saat keluar dari gedung KPK.Menurutnya, beberapa parpol memang memiliki kecenderungan untuk memanfaatkan kadernya yang menjadi menteri untuk dapat menghasilkan uang. Namun begitu korupsi tidak hanya dapat dilakukan oleh menteri dari partai, tapi juga menteri dari kalangan profesional."Saya minta kepada dia [Busyro] untuk menyebut nama-nama menteri yang dimaksud, tetapi dia tidak beranilah," tegasnya.Fahmi tidak setuju dengan pernyataan Busyro yang meminta menteri hanya berasal dari kalangan profesional. Namun dia mengaku setuju dengan pernyataan Busyro yang menyatakan banyak pejabat yang bergaya hidup mewah dalam kesehariannya.Beberapa waktu lalu pada kuliah umum di Universitas Indonesia, Busyro sempat mengusulkan agar menteri dalam kabinet tidak diisi orang partai politik.Menteri yang berasal dari parpol, katanya, cenderung menjadikan kementerian yang mereka pimpin sebagai sumber uang bagi partai masing-masing. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Intan Pratiwi

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top