Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Dulux Indonesia siap jadi pusat manufaktur cat dekoratif

JAKARTA: AkzoNobel berencana menjadikan pabrik Dulux di Indonesia sebagai mega-site, pabrik yang memiliki kapasitas produksi lebih dari 100 juta liter cat per tahun.Direktur Pelaksana AkzoNobel Dekoratif Asia Tenggara dan Pasifik, Jeremy Rowe mengatakan
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 18 November 2011  |  15:59 WIB

JAKARTA: AkzoNobel berencana menjadikan pabrik Dulux di Indonesia sebagai mega-site, pabrik yang memiliki kapasitas produksi lebih dari 100 juta liter cat per tahun.Direktur Pelaksana AkzoNobel Dekoratif Asia Tenggara dan Pasifik, Jeremy Rowe mengatakan pabrik PT ICI Paints Indonesia (ICI) di Cikarang disiapkan sebagai lokasi produksi raksasa (mega-site) cat dekoratif AkzoNobel.Mega-Site, jelasnya, adalah pusat manufaktur cat dekoratif yang memiliki kapasitas memproduksi lebih dari 100 juta liter cat per tahun, menggunakan teknologi terbaru dan menerapkan proses produksi yang berkelanjutan.“Investasi ekspansi pabrik di Cikarang untuk memenuhi kebutuhan pasar dan konsumen di Indonesia yang semakin tinggi,” katanya setelah acara Inagurasi Perluasan Pabrik Dulux, hari ini.Rowe memaparkan Indonesia adalah salah satu pusat pertumbuhan penjualan AkzoNobel terbesar di Asia, wilayah yang diperkirakan akan menyumbang 20% dari pendapatan global perusahaan Inggris-Belanda tersebut.Presiden Direktur ICI Jerry Goei mengatakan perluasan pabrik dibutuhkan untuk memenuhi permintaan cat di Indonesia yang, sejak 2009, tumbuh di atas 10% setiap tahun.Dia mengklaim penjualan cat merek Dulux dan Catylax produksi ICI tumbuh 2—2,5 kali dari pertumbuhan pasar.“Karena itu market share kami juga selalu tumbuh, pertumbuhan sangat pesat hingga membutuhkan kapasitas tambahan,” katanya.Jerry menjelaskan investasi teknologi dan mesin baru membuat proses produksi ICI lebih fleksibel menghasilkan warna yang berbeda dalam waktu yang lebih singkat.Kemampuan tersebut, tambahnya, membuat ICI lebih mudah menyesuaikan variasi produk sesuai dengan perubahan permintaan pasar hingga stok tidak tertahan dalam waktu yang lama di gudang.Jerry mengatakan potensi pertumbuhan pasar cat dekoratif di Tanah Air masih tinggi karena tingkat konsumsi cat yang baru mencapai 1—2 liter per kapita per tahun.Sepertiga dari konsumsi tersebut, paparnya, digunakan untuk pengecatan bangunan baru sedangkan 2/3-nya untuk pengecatan ulang.“Kalau berdasarkan jenis, cat dekoratif masih 70% dari konsumsi cat di Indonesia,” kata Jerry.AkzoNobel adalah produsen pelapis (coating) dan bahan kimia khusus yang memiliki 6 perusahaan dan 5 pusat manufaktur di Indonesia yang mempekerjakan sekitar 1.000 tenaga kerja.Selain produksi cat dekoratif, anak perusahaan AkzoNobel di Indonesia memproduksi bahan pelapis kayu, cat dan bahan pelapis otomotif, bahan pelapis kapal laut, serta bahan kimia untuk pulp dan kertas.Sementara itu, Rowe mengatakan peningkatan harga bahan baku, terutama pigmen pewarna,  mendorong biaya produksi coating di seluruh dunia.Namun, dia menegaskan AkzoNobel mampu mengurangi dampak kenaikan tersebut dengan strategi pricing  dan menerapkan proses produksi yang lebih efisien.“Yang pasti kami tidak menaikkan harga produk sebesar kenaikan harga bahan baku yang lebih mahal 10—15%,” kata Rowe.Jerry mengatakan harga cat produksi ICI di Indonesia rata-rata naik di atas 10% sejak awal tahun. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top