Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor kedele masih diperlukan

YOGYAKARTA: Produksi kedele secara nasional hanya  870.000 ton per tahun dan baru memenuhi 33% dari kebutuhan kedelai di Indonesia yang mencapai 2,4 juta ton per tahun, sehingga sisanya masih harus impor.Wakil Menteri Pertanian RI, Rusman Heryawan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 November 2011  |  20:26 WIB

YOGYAKARTA: Produksi kedele secara nasional hanya  870.000 ton per tahun dan baru memenuhi 33% dari kebutuhan kedelai di Indonesia yang mencapai 2,4 juta ton per tahun, sehingga sisanya masih harus impor.Wakil Menteri Pertanian RI, Rusman Heryawan mengatakan kondisi produksi kedelai yang merupakan bahan baku tempe dan tahu saat ini masih jauh dari rencana swasembada kedelai pada 2014 mendatang.“Dengan demikian, sampai saat ini 66% atau 1,5 juta ton kebutuhan kedele masih disokong dari impor berbagai negara produsen termasuk dari Amerika,” ujarnya, dalam sarasehan petani Kedelai Hitam, hari ini.Kendala utama, lanjutnya, karena memang lahannya diperebutkan banyak program peningkatan komoditas yang ingin dikejar seperti surplus beras, surplus jagung dan sebagainya.“Lahannya sama, namun programnya banyak. Saat ini jika melihat prioritas berdasar kebutuhan pokok masyarakat, tentunya yang digenjot tetap surplus produksi beras, sedangkan komoditas lain belum yang utama,” tuturnya.Dia mengungkapkan upaya lain yang bisa dilakukan dengan melakukan ekstensifikasi lahan tanam kedele dengan memanfaatkan lahan non sawah yang bisa ditanami kedele seperti di area hutan.“Sebenarnya sepanjang ada jaminan dari pemerintah seperti dari kehutanan, dan sebagainya, bisa dipakai untuk perluasan tanam kedele,” ujarnya.Selain itu, masalah produktifitas, kedele juga kembali ke masalah harga yang dinilai tidak terlalu bagus, sehingga kurang memotivasi petani untuk menanam.“Kampanye efektif agar petani menanam kedele ya kenaikan harga. Kondisi ini pernah terjadi dua tahun lalu ketika harga kedele naik,” tuturnya.Dia menjelaskan khusus kedele hitam ini akan menjadi perhatian khusus terutama bentuk kemitraan yang dijalin antara PT Unilever Indonesia Tbk dengan petani binaan, termasuk adanya keterlibatan perguruan tinggi dan LSM. Model kemitraan ini mencakup pembinaan, pendampingan, pemasaran, modal dan sebagainya.“Model kemitraan yang telah berjalan 10 tahun ini termasuk sukses, sehingga kami harapkan bisa dicontoh industri-industri makanan lainnya.  Tujuannya meningkatkan produktifitas kedelai hitam dan pada akhirnya berupaya mensejahterakan petani,” kata Rusman. (k42/rsj/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Alfin Arifin

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top