Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jabar potensi kehilangan beras 300.000 ton/tahun

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi yang terbit di sejumlah koran lokal di Bandung hari ini antara lain menyoroti potensi Jabar kehilangan beras 300.000 ton/tahun, rekomendasi upah minimum kota 2012 untuk Kota Bekasi, dan pasokan kentang impor di Pasar
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 November 2011  |  07:39 WIB

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi yang terbit di sejumlah koran lokal di Bandung hari ini antara lain menyoroti potensi Jabar kehilangan beras 300.000 ton/tahun, rekomendasi upah minimum kota 2012 untuk Kota Bekasi, dan pasokan kentang impor di Pasar Caringin sudah terhenti. Berikut rangkumannya: Kehilangan beras: Jabar bakal kehilangan produksi beras sedikitnya 300.000 ton/tahun, jika pembangunan bandara di Kec. Kertajati, Kab. Majalengka jadi terwujud, serta adanya keinginan pemerintah pusat membangun bandara di Kab. Karawang.Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar, Entang Sastraatmadja, mengatakan jumlah kehilangan produksi beras tersebut dinilai cukup berarti bagi pasokan beras nasional."Pemerintah pusat harus lebih bijaksana dan berani memberikan pandangan kepada Japan International Cooperation Agency (JICA), jangan hanya mementingkan segi ekonomi," ujarnya. (Pikiran Rakyat) UMK Bekasi: Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Kota Bekasi merekomendasikan upah minimum kota (UMK) 2012 mendatang sebesar Rp1.422.252.Kepala Disnaker Kota Bekasi Abdul Iman mengatakan setelah melalui pembahasan alot di rapat internal Depeko Kota Bekasi dan pengambilan keputusan melalui voting akhirnya Depeko merekomendasikan UMK 2012 sebesar Rp1.422.252."Nilai UMK 2012 mengalami kenaikan 11% dibandingkan UMK 2011 yang mencapai Rp1.275.000," kata Abdul Iman kemarin. (Sindo Jabar) Kentang impor: Sejak sekitar sebulan lalu, pengiriman kentang impor dari China dan Bangladesh melalui Jakarta ke Pasar Caringin, Kota Bandung, sudah mulai dihentikan.Saat ini kentang impor sudah sulit ditemukan di pasar induk terbesar di Bandung tersebut. Selain itu, permintaan kentang impor juga terus mengalami penurunan. Menurut salah seorang penjual kentang, Ade, sudah sekitar satu  bulan ini tidak ada pengiriman kentang impor dari Jakarta."Biasanya dikirim tujuh ton per hari. Kentang sebanyak itu bisa habis dalam satu sampai dua hari. Sekarang hanya ada kentang lokal, yang berasal dari Dieng, Jawa Tengah, dan dan Pangalengan, Kabupaten Bandung," katanya.(Tribun Jabar) (k38/tw)  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ajijah

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top