Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asuransi kerugian perbesar bisnis ritel individu

JAKARTA: Asosiasi asuransi kerugian atau umum mendorong industri untuk lebih giat masuk ke pasar ritel individual karena ada potensi jenuh pada segmen korporasi yang selama ini menjadi lahan utama bisnis asuransi kerugian.Direktur Eksekutif Asosiasi
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 16 November 2011  |  16:30 WIB

JAKARTA: Asosiasi asuransi kerugian atau umum mendorong industri untuk lebih giat masuk ke pasar ritel individual karena ada potensi jenuh pada segmen korporasi yang selama ini menjadi lahan utama bisnis asuransi kerugian.Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengatakan industri asuransi umum masih punya potensi memperbesar kue di pasar individual atau ritel. Dia mengatakan potensi pasar di segmen tersebut masih sangat besar. Hanya saja, relatif belum terlalu berkembang karena tidak mudah bagi asuransi untuk masuk ke segmen pasar tersebut.“Kendalanya, tidak mudah masuk ke pasar individual. Dalam mengembangkan polis ritel untuk individual, jika salah memilih jalur distribusi, biayanya dapat menjadi mahal, ” ujarnya, hari ini.Dia mencontohkan biaya operasional untuk menjual satu polis ritel kerap tidak sebanding dengan premi yang diperoleh. Sementara itu, ujarnya, perusahaan dapat membukukan premi bernilai besar hingga ratusan juta rupiah dengan menggarap satu nasabah korporasi.Dia memprediksikan porsi bisnis ritel individual baru mencapai 20% dari keseluruhan bisnis asuransi kerugian. Sementara itu sekitar 80% adalah bisnis asuransi dengan segmen korporasi.“Sebaiknya industri mulai memperbesar porsi ritel individual karena ada potensi jenuh pada pasar korporasi, seperti yang mulai terjadi pada segmen korporasi dengan jenis perlindungan properti pada saat ini,” ujarnya.(faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top