Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kupon makan jangan lupa!

NUSA DUA: 'Kupon makan jangan lupa!' Demikian hal pertama yang wajib diingat para jurnalis peliput Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-19 yang digelar di Nusa Dua, Bali mulai hari ini hingga 19 November.Demi kenyamanan jurnalis panitia menyediakan
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 15 November 2011  |  07:47 WIB

NUSA DUA: 'Kupon makan jangan lupa!' Demikian hal pertama yang wajib diingat para jurnalis peliput Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-19 yang digelar di Nusa Dua, Bali mulai hari ini hingga 19 November.Demi kenyamanan jurnalis panitia menyediakan kupon makan sejak 15 November hingga 19 November. Setiap hari diberikan lima kupon yang hanya dapat digunakan sesuai jadwa yang telah diatur a.l makan malam, rehat ngopi, makan siang, rehat kopi dan sarapan.Pham Cam Nhung, penyiar Vietnam Television, menilai penggunaan kupon makan cukup merepotkan karena membuat jurnalis harus terus membawa 'kertas bertanda' itu."Harusnya, ketika jurnalis membawa ID wartawan, bisa langsung makan karena artinya mereka sudah terdaftar," ujarnya, Selasa 15 November.Sebaliknya, Phan Thi Viet Anh, reporter Sai Gon Tiep Thi News justru setuju dengan penggunaan kupon makan. "Ketika Vietnam jadi Ketua ASEAN, sistem kupon juga digunakan."Lain lagi dengan Lach Chantha. Presenter Bayom TV dari Kamboja itu mengaku ide kupon makan pasti akan ditiru negaranya saat Kamboja menjadi tuan rumah KTT ASEAN tahun depan.Saya mencatat persoalan makan memang menjadi masalah saat KTT ASEAN ke-18 digelar di Jakarta Mei dan ASEAN Regional (ARF) Forum di Nusa Dua, Juli lalu.Saat di Jakarta, stok makanan kerap cepat habis karena petugas keamanan yang tidak berhak makan dengan mudah masuk dan menyantap hidangan bagi jurnalis.Saat di ajang ARF, justru bule-bule keamanan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton yang nyelonong makan gratis dengan wajah tanpa dosa meskipun telah tertulis 'journalist only'.

Lepas dari itu semua. Satu kesimpulan yang bisa saya ambil adalah urusan makan tidak kenal negara maju atau negara berkembang, juga tak ada urusan dengan profesi.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top