Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Dunia: perekonomian Jatim tumbuh stabil

MALANG: Studi baru dari Bank Dunia menyebutkan perekonomian Jawa Timur tumbuh stabil dan secara rata-rata di atas angka pertumbuhan nasional dalam kurun 5 tahun terakhir yakni sebesar 6,7 % pada 2010.Hal ini didorong sektor pertanian dan industri pengolahan,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 November 2011  |  15:33 WIB

MALANG: Studi baru dari Bank Dunia menyebutkan perekonomian Jawa Timur tumbuh stabil dan secara rata-rata di atas angka pertumbuhan nasional dalam kurun 5 tahun terakhir yakni sebesar 6,7 % pada 2010.Hal ini didorong sektor pertanian dan industri pengolahan, dan didukung sumber daya manusia yang tersedia. Kendati masih terdapat sejumlah hambatan dalam upaya mencapai sasaran-sasaran pembangunan.Khususnya belum ada perubahan signifikan dalam pola belanja daerah, kualitas infrastruktur masih perlu ditingkatkan begitu juga kualitas sumber daya manusia.Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle, mengatakan jika dilihat dari sisi kewilayahan, pola pertumbuhan ekonomi di Jatim menunjukkan adanya wilayah yang sangat maju dan wilayah yang masih tertinggal."Agar pola pertumbuhan ini menjadi lebih berimbang, pemerintah provinsi dapat meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan untuk memungkinkan penduduk daerah tertinggal lebih memaksimalkan manfaatnya," kata Stefan dalam Diskusi Panel Pertumbuhan Inklusif di Jatim apa Hambatannya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hari ini.Lebih lanjut, pembangunan infrastruktur, ujarnya, juga dibutuhkan untuk menunjang kegiatan perekonomian yang menjadi tulang punggung provinsi, khususnya pertanian dan industri.Analisa pengeluaran publik Jatim 2011, jelasnya, belanja di tingkt provinsi lebih terfokus pada belanja bagi hasil dan bantuan keuangan bagi daerah bawahan untuk sektor-sektor sosial, pendidikan, kesehatan, dan lainnya."Sementara di tingkat kabupaten/kota, belanja terbesar dialokasikan untuk belanja pegawai. Dengan ini Jatim masih dapat meningkatkan belanja daerah di sektor infrastruktur khususnya jalan kabupaten/kota."Hal itu, menurutnya, sangat bermanfaat untuk meningkatkan arus barang, orang, dan informasi ke pusat-pusat kegiatan perekonomian.Ekonom Senior Bank Dunia untuk Desentralisasi dan Pembangunan Daerah, Gregorius Pattinasarany, mengatakan sekitar 42,5 % dari seluruh tenaga kerja Jatim, jelas dia, terserap di sektor pertanian, namun sektor ini memiliki produktivitas paling rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya."Untuk mengurangi kemiskinn di Jatim, pemerintah provinsi butuh strategi untuk menarik pekerja ke sektor yang memiliki produktivitas lebih tinggi."(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi'i

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top