Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABAR JATIM: Petani tembakau gagal panen

 
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 09 November 2011  |  10:08 WIB

 

Kabar ekonomi yang dimuat harian umum Jatim hari ini di antaranya menyoroti aksi petani tembakau yang terpaksa membabat habis tanamannya menyusul anjloknya  harga komoditas pertanian tersebut, serta tertahannya belasan ribu ton garam impor di Tanjung Perak.
 
Petani tembakau gagal panen
BOJONEGORO: Kendati musim hujan baru turun , petani tembakau di Bojonegoro mulai kalang kabut karena harga tembakau mereka turun drastis dan mereka memilih membabat habis tanaman tersebut.
 
Menurut penuturan sejumlah petani di Bojonegoro, harga daun tembakau basah ditingkat petani hanya sekitar Rp800-Rp1.000 per kg. Sebelumnya harga komoditas itu berada pada kisaran Rp3.000-Rp3.500 per kg. Begitu juga dengan tembakau rajangan kering yang semula Rp30.000 per kg sekarang tinggal Rp8.000 per kg.
 
Jasmin, petani tembakau asal Desa Dolokgede Tambakrejo Bojonegoro mengatakan jatuhnya harga daun tembakau ini karena pengaruh hujan yang baru mengguyur wilayah Bojonegoro. Dengan kata lain petani mengalami gagal panen. 
 
“Lebih baik dibabat sebab kalau dipanen harganya tidak sebanding dengan biayanya,” ujarnya. (Sumber: Harian Surya)
 
Garam impor Tjiwi Kimia tertahan
SURABAYA: Sedikitnya 14.000 ton gram impor asal Australia milik PT Tjiwi Kimia tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak. Penyebabnya kapal pengangkutan garam impor MV West Fortune sudah lima hari ini antre tidak mendapatkan tambatan. 
 
“Betul MV West Fortune sudah lima hari tidak mendaptkan tambatan,” kata Direktur Serunting Sriwijaya Kodi Lamahayu Fredy, agen kapal tersebut.
 
Kapal tersebut mengangkut sedikitnya14.000 ton garam dari Australia yang akan dikirim ke PT Tjiwi Kimia. Dalam perencanaan sebelumnya bongkar muat garam impor paling lambat membutuhkan waktu 3 hari. (Sumber: Radar Surabaya)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top